Rabu 03 Dec 2014 16:38 WIB

Beban Kerja Perawat Berlebihan Picu Kenaikan Angka Kematian Pasien

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, BRISBANE -- Meningkatnya beban kerja di kalangan perawat meningkatkan risiko kematian pasien di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkapkan peneliti keamanan pasien internal ternama.

Profesor Linda Aiken dari Universitas Pennsylvania mengatakan, penelitian yang dilakukannya menunjukan setiap pasien menambah beban kerja perawat yang berkaitan dengan kenaikan sebesar 7% kasus kematian di rumah sakit setelah pasien menjalani operasi umum.
 
Dalam simposium Serikat Perawat Queensland di Brisbane, Rabu (3/12), Aiken mengatakan hasil risetnya juga menunjukkan semakin banyak rumah sakit mempekerjakan perawat lulusan Sarjana Keperawatan, maka angka kematian pasien di rumah sakit itu semakin kecil. Dia menekankan studi yang dilakukan di 9 rumah sakit di Eropa yang menunjukan jika sebuah rumah sakit memiliki 60 orang sarjana keperawatan dan masing-masing menangani tidak lebih dari 6 pasien, maka lebih dari 3.500 kematian setiap tahunnya bisa dihindarkan.
 
"Peran perawat merupakan dasar dari keamanan pasien," katanya.
 
"Masalah ini terus berkembang menjadi isu diseputar keamanan pasien karena perawat merupakan target sasaran yang mudah untuk mengurangi anggaran," katanya.
 
"Kita tidak benar-benar bisa meningkatkan keamanan pasien dengan terus mengecualikan kontribusi mendasar dari jumlah staf perawat yang memadai dan lingkungan kerja yang baik dalam meningkatkan keamanan pasien,"
 
Riset yang dilakukan Profesor Aiken diterbitkan dalam The Lancet, satu dari jurnal kedokteran terkemuka.
 
Menurutnya meski kondisi pasien di Australia tidak masuk dalam risetnya, tampaknya beragamnya kualitas keamanan dan perawatan pasien di rumah sakit di seluruh Australia jauh lebih besar dari yang diketahui masyarakat. Dan hal yang sama juga terjadi dilebih dari 30 negara lain di dunia.
 
"Di 30 negara lain di dunia kita juga menemukan hal yang sama, selain karena sistem yang berbeda, keuangan dan sumber daya perawat di negara-negara tersebut, setiap satu orang pasien menyumbang tambahan beban kerja pada perawat dan hal itu berhubungan dengan meningkatnya kasus kematian pasien di rumah sakit sebesar 7%,"
 
"Ini setelah kita menghitung semua kemungkinan penjelasan lain terkait kematian tersebut, sehingga ini merupakan dampak langsung kondisi perawat terhadap pasien.
 
Profesor Aiken juga mengatakan kepuasan pasien lebih rendah di rumah sakit yang menggunakan tenaga perawat asing. 
 
"Kebudayaan itu penting, dan budaya dan komunikasi dari perawat sangat penting, sheingga negara-negara yang mempekerjakan perawat dari negaranya sendiri bisa melakukan komunikasi lebih baik dengan pasiennya ketimbang perawat asing," katanya.
 
"Itu sebabnya kita ternyata tidak bisa beranggapan mendatangkan tenaga perawat dari luar negeri itu merupakan langkah terbaik untuk menggantikan tenaga perawat lokal,"
 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement