Jumat , 19 May 2017, 15:18 WIB

Schapelle Corby Stres Jelang Ekstradisi ke Australia

Red: Ani Nursalikah
Reuters/Bagus Othman
Schapelle Leigh Corby
Schapelle Leigh Corby

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Schapelle Corby menyampaikan kekhawatiran dan ketakutannya mengenai meningkatnya perhatian media menjelang pelaksanaan deportasi dirinya ke Australia pekan depan. Schapelle saat ini tinggal di sebuah vila di Bali bersama saudaranya Michael yang sekarang mengenakan masker setiap kali meninggalkan rumah.

Salah satu pejabat LP, Surung Pasaribu, mengatakan bahwa petugas LP yang mengurusi pembebasan bersyarat akan memantau keamanan di sekitar kediaman Corby di kawasan Kuta sampai dia dikembalikan ke Australia pada 27 Mei mendatang.

Surung bertemu Schapelle di vila tersebut tadi malam setelah kakaknya Mercedes memberitahu bahwa adiknya itu kurang sehat. "Kakak Corby mengatakan kepada kami bahwa Corby takut keluar rumah," kata Surung kepada ABC News.

"Dia stres, semakin parah," tambahnya.

Surung mengatakan "tugas kami untuk memantaunya" dan Corby "sangat takut bertemu dengan orang", menurut saudara perempuannya. Menurut Surung, Corby sedang berbaring dengan wajah tersembunyi di balik sarung saat dia datang ke vila tersebut.

"Dia membukanya untuk menunjukkan wajahnya dan kemudian menutupinya kembali. Dia bilang, 'Saya sangat takut'," kata Surung. "Hanya itu yang dia sampaikan ke saya. 'Saya takut bertemu banyak orang termasuk orang-orang media'," tambahnya mengutip pembicaraannya dengan Schapelle.

"Dia sampaikan ke saya bahwa kamera dipasang di luar rumahnya untuk mengawasinya. Hal itu membuatnya takut," jelasnya.

Mercedes Corby smiles as media film her exiting Bali's airport.
Mercedes Corby saat tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai menjelang proses ekstradisi saudaranya Schapelle Corby.

AAP: Putra Sinulingga

Keamanan Corby dipantau

Mercedes Corby juga berada di Bali untuk membawa pulang adiknya. Schapelle Corby dideportasi tepat 12 tahun setelah dia dijatuhi hukuman karena terbukti membawa lebih dari empat kilogram ganja ke Bali.

Mercedes mengatakan kepada Surung bahwa Schapelle sangat tertekan dengan perhatian para fotografer dan kameramen sehingga dia tinggal di kamarnya dan tidak mau keluar. "Dia tidak tahu siapa yang mengejarnya atau siapa yang mencoba mewawancarainya," kata Surung.

"Kami mendengarkan keluhannya dan kantor kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memantau keamanan sampai akhir masa pembebasan bersyaratnya," tambahnya.

Mercedes Corby puts on a helmet as media gather to ask her questions.
Mercedes Corby meninggalkan kantor konsulat Australia di Denpasar, 18 Mei 2017.

AAP: Putra Sinulingga

Surung mengatakan dia memahami kekhawatiran Schapelle dan merupakan tugas pihak berwenang untuk membuat dia merasa lebih santai. Petugas pembebasan bersyarat akan menyerahkan Schapelle ke imigrasi RI pada 27 Mei sehingga yang bersangkutan bisa dideportasi.

Mercedes telah menyampaikan permintaan apakah mungkin Schapelle dibawa langsung oleh petugas imigrasi ke bandara, bukan dijemput petugas pembebasan bersyarat dan dibawa ke kantor mereka terlebih dahulu.

"Kita lihat saja nanti. Saya tidak bisa menjamin semuanya," kata Surung.

"Kadang situasi lalu lintas tidak bagus... kami akan mengikuti peraturan," jelasnya.

Diterbitkan Jumat 19 Mei 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari berita ABC News.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/schapelle-corby-segera-diekstradisi-ke-australia/8541820