Selasa , 18 Juli 2017, 21:51 WIB

Berbagi Lagu dan Tarian Sakral di Festival Aborijin Australia

Rep: Avani Dias/ Red:
abc news
abc news

Para penyanyi pria dari Wilayah Utara Australia (NT), Papua Barat dan Fiji menampilkan sejumlah lagu dan tarian sakral mereka kepada ratusan orang di festival ‘Walking With Spirits’ di ujung utara Australia.

Berlatar belakang sebuah lubang air dan pantai yang menakjubkan di sebuah tempat suci bernama Beswick falls, para penjaga tanah adat setempat memulai acara tersebut dengan mengisap roh empat pemimpin yang mempelopori festival tersebut.

Para pemimpin tersebut baru saja meninggal dunia, namun pemilik tanah tradisional menginginkan semangat mereka tetap hadir di acara tahunan, yang diadakan di komunitas Aborijin Beswick, di dekat Katherine, Australia Barat, tersebut.

"Kami kehilangan semua tetua-tetua kami, semuanya telah meninggal sekarang,” kata penyelenggara festival ‘Walking With Spirits’, Tom E Lewis.

"Kami tak tahu harus berbuat apa tapi kami akan terus maju ... [upacara mengisap] ini membawa semua roh ke langit dan membiarkan kami bebas menari di negeri kami."

Sekitar 300 orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan di panggung, yang dibangun di atas debu merah, itu.

Para penyanyi, yang merupakan pemimpin ritual yang kuat, yang memimpin upacara di komunitas Adat di seluruh dunia, tersebut adalah penampil utamanya, yang dimulai dari mereka yang berasal dari NT.

"Seorang penyanyi itu seperti penampil utama dalam upacara tersebut, ini untuk para jasad, atau urusan pria," kata penyanyi asal Yirrkala, Djakapurra Munyarryun.

"Kami memelajarinya dari ayah kami dan kami mendapatkannya dari kakak laki-laki kami dan sekarang saya berada di generasi lain.”

"Saya adalah generasi ketiga dan saya sedang mengajar anak-anak muda dan mereka akan meneruskan hukum dan bahasa mereka sendiri."

Para penyanyi mengajarkan lagu sakral dari satu generasi ke generasi lainnya.
Para penyanyi mengajarkan lagu sakral dari satu generasi ke generasi lainnya.

ABC News: Avani Dias

Munyarryun memimpin para penari muda dan tua dari Arnhem Land dalam sebuah lagu dan tarian, yang mewakili perdagangan dengan para pemburu tripang Makassan dari Indonesia, di komunitas mereka.

Lewis mengatakan, salah satu tujuan utama festival ini adalah untuk berbagi budaya dengan orang-orang dari seluruh Australia dan juga dari negara lain.

"Anda berbagi budaya Anda, Anda menjadi lebih kuat dalam memahami dan melindungi negeri anda," sebut Lewis.

"Orang ingin datang, mereka ingin berdansa dengan saya, hanya itu yang saya butuhkan."

Para pemilik tanah tradisional mengisap roh empat pemimpin yang membantu mendirikan festival ini.
Para pemilik tanah tradisional mengisap roh empat pemimpin yang membantu mendirikan festival ini.

ABC News: Avani Dias

Para penampil Aborijin ini kemudian mengundang para penonton untuk berpartisipasi dalam tarian tradisional mereka.

Penyanyi Papua Barat, George Telek, mengatakan, lagu-lagu tradisionalnya serupa dengan budaya Aborijin.

"Itu sangat mirip ... kami bernyanyi tentang lingkungan, kehidupan, dan sedikit cinta dan sebagainya," ujarnya.

"Ini sangat bagus karena kami belajar dari satu sama lain, kami mendengarkan musik mereka dan berteman dengan mereka," kata Telek.

Munyarryun mengatakan bahwa festival tersebut tidak hanya membuatnya berbagi budaya dengan generasi berikutnya, tapi juga dengan orang-orang dari latar belakang lainnya.

"Sangat penting untuk mengajari masyarakat non-Aborijin karena mereka ingin tahu tentang budaya dan hukum kami dan mereka bisa menghormati hal-hal tersebut," utaranya.

"Karena budaya kami sudah ada lebih dari 40.000 tahun dan masih hidup dan kami masih melakukannya."

Salah satu tujuan festival ini adalah untuk berbagi lagu tradisional dengan masyarakat non-Aborijin.
Salah satu tujuan festival ini adalah untuk berbagi lagu tradisional dengan masyarakat non-Aborijin.

ABC News: Avani Dias

Diterjemahkan Selasa 18 Juli 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/wisata-nad-budaya/berbagi-lagu-dan-tarian-sakral-aborijin-di-festival-walking-wit/8717924