Kamis 18 Jan 2018 12:08 WIB

10 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Nigeria

Rep: rizkyan adiyudha/ Red: Ani Nursalikah
Bom bunuh diri di Nigeria.
Foto: dailypost.ng
Bom bunuh diri di Nigeria.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Sedikitnya 10 orang tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di sebuah pasar di kawasan Muna Garage sebelah timur laut Borno, Nigeria. Ledakan itu juga melukai puluhan korban lainnya.

Muna Garage merupakan kamp untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di pinggiran ibu kota negara bagian Maiduguri. "Laporan awal menyebutkan empat orang wanita diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut," kata Agensi Tanggap Darurat Nigeria (NEMA) Abdulkadir Ibrahim seperti diwartakan Aljazirah, Kamis (18/1).
 
Ibrahim menambahkan, sejauh ini berdasarkan data NEMA sekitar 65 warga yang mengalami cedera telah diberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
 
Meski demikian, laporan yang dikeluarkan NEMA berbeda dengan kantor berita Nigeria. Mereka mengatakan, pelaku bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang pria. Berdasarkan data yang dikupulkan, peristiwa itu juga menewaskan 12 orang dan melukai 48 warga lainnya.
 
Komisaris Polisi Daminian Chukwu mengatakan, salah satu pelaku meledakan bom yang dibawanya di pasar diluar kawasan Muga Garage. "Sementara satu pelaku lainnya panik hingga akhirnya meledakan diri sendiri menggunakan bom yang dia bawa," kata Chukwu.
 
Korban tewas kemudian dibawa ke University of Maiduguri Teaching Hospital. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan perdana yang terjadi di 2018 ini.
 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement