Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Daratan Amerika Utara Ditemukan Menempel di Australia

Rabu 24 January 2018 07:52 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Gita Amanda

Peta Australia.

Peta Australia.

Foto: ABC
Diperkirakan potongan daratan tersebut berasal dari sekitar 1,7 miliar tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, PERTH -- Ahli geologi yang mencocokkan bebatuan dari sisi bumi yang berlawanan, menemukan bagian dari Australia yang pernah bersatu dengan Amerika Utara. Diperkirakan potongan daratan tersebut berasal dari sekitar 1,7 miliar tahun yang lalu.

Peneliti dari Universitas Curtin di Australia melakukan penelitian di wilayah Georgetown, Queensland utara. Batuan sedimen yang terbentuk di laut dangkal tersebut memiliki tanda yang belum diketahui di Australia, namun bebatuan tersebut sangat mirip dengan batu yang dapat dilihat di Kanada saat ini.

Dilansir di Live Science, Selasa (23/1), para peneliti yang mendiskripsikan temuan mereka secara online pada 17 Januari di jurnal Geology, menyimpulkan bahwa wilayah Georgetown memisahkan diri dari Amerika Utara sekitar 1,7 miliar tahun yang lalu. 100 juta tahun kemudian, daratan tersebut bertabrakan dengan daratan Australia Utara, tepatnya di wilayah Gunung Isa.

"Ini merupakan bagian penting dari reorganisasi benua di bumi ketika hampir semua benua di Bumi berkumpul untuk membentuk supercontinent (benua besar) yang disebut dengan Nuna," kata mahasiswa doktoral Universitas Curtin, Adam Nordsvan yang juga merupakan penulis utama dari penelitian tersebut.

Nordsvan menambahkan, Nuna kemudian memisahkan diri sekitar 300 juta tahun kemudian, dimana wilayah Georgetown menempel ke Australia saat daratan Amerika Utara bergerak menjauh.

Benua-benua seperti yang kita kenal sekarang, telah bergeser di sepanjang sejarah bumi selama empat miliar tahun lamanya. Daratan tersebut berkumpul untuk membentuk supercontinent (benua besar) yang dikenal sebagai Pangaea, yang terjadi sekitar 300 juta tahun yang lalu.

Ahli geologi masih mencoba merekonstruksi bagaimana supercontinent awalnya bersatu dan pecah sebelum Pangaea. Ilmuan pertama kali mengusulkan mengenai keberadaan Nuna,yang merupakan supercontinent pertama Bumi, pada 2002. Dimana, Nuna kadang disebut sebagai Columbia.

Penelitian Nordsvan bersama rekannya sebelumnya menunjukkan, Australia timur laut berada di dekat Amerika Utara, Siberia atau Cina Utara saat benua tersebut bersatu untuk membentuk Nuna. Namun para ilmuan lain belum menemukan bukti kuat terkait hal tersebut.

Bersatunya daratan juga dapat membentuk sebuah pegunungan. Misalnya, benturan lempeng benua India dan Asia yang terjadi sekitar 55 juta tahun yang lalu, telah menciptakan Gunung Himalaya. Para peneliti dari studi yang terbaru tersebut mengatakan, mereka menemukan bukti bahwa gunung terbentuk saat Georgetown menabrak sisa wilayah Australia lainnya.

"Penelitian yang sedang berlangsung oleh tim kami menunjukkan bahwa gunung ini berbeda dengan pegunungan Himalaya, tidak terlalu tinggi, yang menunjukkan proses pembentukan kontinental terakhir dan menyebabkan terbentuknya superkontinen Nuna yang bukan terbentuk dari benturan keras seperti benturan yang baru-baru ini terjadi antara India dengan Asia," kata Zheng-Xiang Li, peneliti lainnya yang juga merupakan seorang profesor ilmu bumi di Universitas Curtin.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Rakornas Persiapan Pilkada 2018

Selasa , 20 February 2018, 12:06 WIB