Rabu 21 Mar 2018 13:20 WIB

Donald Trump Ucapkan Selamat atas Kemenangan Putin

Trump akan segera menemui Putin.

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump saat KTT G20 di Hamburg, 7 Juli 2017.
Foto: AP Photo/Evan Vucci
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump saat KTT G20 di Hamburg, 7 Juli 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kemenangannya pada pemilihan presiden Rusia.

"Saya mengucapkan selamat kepada Putin atas kemenangannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat bertemu Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Ia mengatakan akan segera mengadakan pertemuan dengan Putin setelah meningkatnya ketegangan antarnegara atas tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu.

"Komunikasi itu harus dilakukan dengan fakta bahwa kita mungkin akan bertemu dalam waktu dekat sehingga kita bisa mendiskusikan senjata dan persaingan kekuatan senjata antara masing-masing negara," katanya.

Terkait hal itu, Trump mengatakan AS tidak akan pernah mengizinkan negara manapun untuk memiliki senjata yang menyerupai milik AS. Namun, Gedung Putih mengatakan tidak ada rencana khusus untuk pertemuan tersebut.

Pernyataan Trump tersebut dikritik oleh Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell. Ia menyebut pilpres Rusia penuh kecurangan, khususnya terkait perhitungan hasil suara. "Seorang presiden Amerika tidak memimpin dunia bebas dengan memberi selamat kepada diktator untuk memenangkan pemilihan palsu," kata McCain dalam sebuah pernyataan.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) mengatakan tidak ada pemilihan umum dalam presiden Rusia. Hal itu ditandai dengan adanya tekanan yang tidak adil pada suara-suara kritis.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mendukung temuan awal OSCE. Ia mengatakan Trump telah berkomunikasi dengan Putin.

Kremlin mengatakan komunikasi itu fokus untuk mengatasi masalah dalam hubungan antarnegara. "Para pemimpin berbicara dalam mendukung pengembangan kerja sama praktis di berbagai bidang, termasuk pada pertanyaan tentang bagaimana memastikan stabilitas strategis dan memerangi terorisme internasional," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Moskow dan Washington juga berselisih mengenai krisis di Ukraina dan Suriah. Menurut Trump hal itu akan dibahas dalam sebuah pertemuan bersamaan dengan denuklirisasi Korea Utara. Putin dan Trump menyepakati perlunya menghindari perlombaan senjata dan mendiskusikan pertemuan tingkat tinggi yang mungkin terjadi.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa Putin dan Trump belum membahas masalah mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya. Pekan lalu, pemerintahan Trump mengeraskan sikapnya terhadap Rusia dengan menuduh Moskow meretas jaringan energi Amerika dan menyetujui sanksi pertama pada entitas Rusia dan warga negara untuk ikut campur dalam pemilihan AS 2016.

AS juga bergabung dengan Inggris, Prancis dan Jerman dalam menuntut agar Rusia menjelaskan serangan racun saraf di Inggris pada mantan agen ganda Rusia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement