Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Trump Ingin Pasukan AS Pulang Secepatnya dari Suriah

Senin 16 April 2018 14:41 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Dalam gambar yang diambil oleh Angkatan Laut AS, kapal penjelajah kendali-rudal USS Monterey (CG 61) menembakkan rudal Tomahawk ke Suriah, Sabtu, (14/4). Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Suriah sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia.

Dalam gambar yang diambil oleh Angkatan Laut AS, kapal penjelajah kendali-rudal USS Monterey (CG 61) menembakkan rudal Tomahawk ke Suriah, Sabtu, (14/4). Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Suriah sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia.

Foto: Letnan john Matthew Daniels / Angkatan Laut AS melalui AP
Trump menilai ongkos perang Suriah mahal.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginginkan pasukan AS di Suriah segera ditarik. Trump telah menyatakan hal itu sebelum melancarkan serangan udara terhadap Suriah akhir pekan lalu.

"Misi AS belum berubah, Presiden (Trump) telah jelas bahwa dia ingin pasukan AS (di Suriah) untuk pulang secepatnya," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan pada Ahad (15/4).

Misi yang dimaksud Sanders adalah menumpas ISIS dan mencegah kelompok ekstremis tersebut bangkit kembali di Suriah. Setelah misi tersebut selesai, AS menyebut tanggung jawabnya telah usai.

"Kami mengharapkan sekutu regional dan mitra kami untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar, baik secara militer maupun finansial, untuk mengamankan kawasan tersebut," ungkap Sanders.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meyakinkan Trump agar mempertahankan kehadiran pasukan AS di Suriah dalam jangka panjang. Hal itu pun sempat diminta oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ketika mengunjungi AS beberapa waktu lalu.

Namun Trump mengatakan, bila terdapat negara-negara yang menginginkan pasukan AS tetap hadir di Suriah, mereka harus membiayai operasi militernya. Trump mengetahui Saudi menjadi salah satu negara yang menginginkan hal itu. "Dan saya berkata, 'Anda (Saudi) ingin kami tinggal, mungkin Anda harus membayar'," ujar Trump pada awal April lalu.

Trump mengklaim pasukan AS telah memberikan banyak kontribusi selama berada di Suriah. Satu di antaranya adalah menumpas milisi ISIS di negara tersebut.

Namun ia mengakui, biaya untuk menggelar operasi militer di Suriah sangat mahal dan menyedot anggaran AS. Hal itu menjadi alasan utama Trump ingin segera menarik pasukannya dari Suriah.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES