Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Murid di AS Tuntut Aturan Penggunaan Senjata Api Diperketat

Sabtu 21 April 2018 02:29 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan

Foto: Pixabay
Ribuan murid melakukan protes terkait peringatan 19 tahun pembantaian SMA Columbine.

REPUBLIKA.CO.ID, LITTLETON -- Ribuan siswa kembali keluar dari kelas mereka dan melakukan protes terkait peringatan 19 tahun pembantaian SMA Columbine, Jumat (20/4). Para siswa menginginkan pemerintah memperketat peraturan penggunaan senjata api.]

Siswa-siswi yang berasal lebih dari 2.600 sekolah dan institusi berencana keluar dari kelas mereka sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Aksi ini merupakan kali kedua setelah pada 14 Februari lalu salah satu sekolah di Parkland mengalami peristiwa penembakan serupa.

Kebanyakan pengunjuk rasa menggunakan pakaian berwarna oranye. Warna tersebut melambangkan gerakan antikekerasan dengan senjata api. "Anak-anak negara ini marah. Kami meminta lebih dari ucapan 'doa dan dukungan'," kata salah satu korban selamat dari penembakan Parkland, Amy Luo pada 400 siswa-siswi yang melakukan aksi protes.

Sementara itu, di luar Gedung Putih para pengunjuk rasa duduk dengan tenang. Mereka tenang sambil mendengarkan nama-nama korban kekerasan senjata api yang dibacakan dengan keras.

"Saya berusaha mendapatkan pendidikan, namun saya masih memiliki rasa takut bahwa seseorang tiba-tiba datang membawa pistol. Peristiwa Columbine sudah terjadi 20 tahun yang lalu namun kita masih mengalaminya sekarang," kata salah satu pengunjuk rasa, Ayanna Rhodes.

Pada 1999 lalu, dua orang membawa senjata mendatangi SMA Columbine, Colorado. Keduanya membunuh 12 siswa-siswi dan seorang guru sebelum kemudian membunuh dirinya sendiri.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Dukungan Dana untuk Asian Games 2018

Selasa , 22 May 2018, 20:14 WIB