Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Kim Jong-un Ucapkan Terima Kasih ke Korsel, Ini Alasannya

Selasa 13 February 2018 14:20 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Kim Jong-un

Kim Jong-un

Foto: AP
Kim mengaku ingin membangun rekonsiliasi dengan Korsel.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengaku ingin meningkatkan iklim rekonsiliasi dan dialog yang hangat dengan Korea Selatan (Korsel). Hal ini diungkapkan setelah adiknya Kim Yo-jong kembali dari Korsel untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.

"Kim Jong-un memberi instruksi tindakan yang ditujukan untuk lebih banyak keterlibatan antar-Korea setelah adik perempuannya Kim Yo Jong memimpin kunjungan tiga hari ke Olimpiade Musim Dingin PyeongChang," kata media Pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA) dalam laporannya pada Selasa (13/2).

Selain itu, Kim Jong-un pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Korsel karena telah menjamu kunjungan adiknya dengan hangat.  "Kim Jong-un memberikan rasa terima kasihnya kepada Seoul atas usaha tulus mereka untuk memprioritaskan kunjungan delegasi (Korut) yang sangat mengesankan," lapor KCNA.

Selama berada di Korsel, Kim Yo-jong memang mendapat sambutan hangat dari para pejabat Korsel. Presiden Korsel Moon Jae-in selalu mendampingi adik perempuan Kim Jong-un tersebut.

Moon dan jajaran pemerintahannya menggelar beberapa pertemuan dan acara makan bersama delegasi Korut selama mereka tinggal di Blue House dan hotel bintang lima di sana. Selain mendampingi Kim Yong Jong dalam acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin, Moon juga mengajak adik Kim Jong-un menyaksikan konser orkestra.

Moon Jae-in diketahui memiliki hasrat untuk mendamaikan negaranya dengan Korut. Ia berulang kali menegaskan bahwa berbagai sanksi dan tekanan internasional tak akan mengubah sikap Korut untuk mewujudkan ambisi rudal nuklirnya.

Sikap Moon ini berseberangan dengan sekutunya, yakni Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Kedua negara tersebut justru menilai tekanan terhadap Korut harus terus ditingkatkan agar mereka meninggalkan proyek rudal dan nuklirnya.

 

Baca juga, Korut Siap Berperang dengan Amerika Serikat.

 

Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera baru-baru menuding Korut tengah berupaya memanfaatkan momen perhelatan Olimpiade Musim Dingin untuk melemahkan tekanan internasional. "Jika Korut berniat menggunakan Olimpiade secara politis dan untuk melemahkan tekanan internasional,kita tidak boleh tertarik padanya," ujar Onodera.

Korut saat ini sedang berada di bawah tekanan dan sanksi internasional sebagai akibat uji coba rudal serta nuklir yang dilakukannya. Kendati telah diberi sanksi bertubi-tubi, Pyongyang belum memperlihatkan tanda-tanda bahwa mereka akan meninggalkan proyek rudal nuklirnya.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES