Ahad 08 Apr 2018 16:47 WIB

PM Irak: Bahaya Ideologi ISIS Tetap Ada

Irak memproklamirkan kemenangan atas ISIS pada Juli 2017.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Citra Listya Rini
Gerilyawan ISIS
Foto: EPA/Mohammed Jalil
Gerilyawan ISIS

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD  --  Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan negaranya telah berhasil menumpas kelompok ISIS. Namun, ia mengakui ideologiISIS masih menjadi ancaman bagi Irak.

"Perang darat kami dengan ISIS telah berakhir. Kami telah menyelamatkan semua tanah negara kami dan menguasai perbatasan Suriah. Namun, bahaya dari ideologi dan sel tidur ISIS tetap ada dan saya harus memperingatkan semua orang tentang hal itu," kata Abadi berpidato dalam pertemuan Partai DawaIslam, partai yang berkuasa di Irak, Sabtu (7/4) dikutip laman Anadolu.

Abadi juga mengapresiasi militer Irak yang dianggap berjuang sangat keras dalam menumpas milisi ISIS. "Para pejabat Irak telah mengatakan kepada saya bahwa perang melawan ISIS mungkin memakan waktu hingga 10 tahun, tetapi kita berhasil mengatasinya dalam waktu singkat," ujar Abadi.

Irak memproklamirkan kemenangan atas ISIS pada Juli 2017. Pengumuman kemenangan ini disampaikan oleh Abadi di kota tua Mosul. Peperangan melawan ISIS di negara tersebut berlangsung selama sembilan bulan dan menyebabkan ratusan ribu warganya mengungsi.

Pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Prancis adalah pihak yang membantu Irak memenangkan peperangan melawan ISIS. Tak ayal setelah Abadi mengumumkan kemenangan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengucapkan selamat kepada Irak.

"Mosul dibebaskan dari ISIS. Hormat dari Prancis kepada semua orang, termasuk pasukan kami, yang berkontribusi dalam kemenangan ini," kata Macron ketika itu.

Mosul merupakan benteng terbesar ISIS di Irak. Di kotaitulah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mendeklarasikan kekhilafahan di Irak dan Suriah pada 2014.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement