Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Pembaca Berita Transgender Pertama di Pakistan

Ahad 15 April 2018 05:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pembaca berita transgender pertama di Pakistan Marvia Malik.

Pembaca berita transgender pertama di Pakistan Marvia Malik.

Foto: ABC News
Transgender di Pakistan termasuk dalam kategori jenis kelamin ketiga di KTP.

REPUBLIKA.CO.ID, LAHORE -- Marvia Malik menjadi berita utama ketika dia muncul bulan lalu pada saluran televisi swasta di Pakistan. Ia menjadi pembaca berita transgender pertama di negara konservatif tersebut.

Pendapat yang muncul bermacam-macam tentang sosok berusia 21 tahun yang sering muncul di saluran "Kohenoor News" di Lahore, ibu kota Provinsi Punjab di Pakistan timur. Malik mengatakan ia telah mencapai impian masa kecilnya.

"Saya pikir komunitas transgender kami tertinggal dalam pendidikan dan pekerjaan, dan mereka tidak cukup kuat secara politis. Jadi saya ingin melakukan sesuatu untuk komunitas saya," katanya.

Banyak individu transgender di Pakistan tinggal di komunitas terpencil dan tidak punya pilihan selain mengemis di jalanan atau bernyanyi serta menari di pesta-pesta pribadi untuk mencari nafkah. Beberapa juga beralih ke prostitusi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Malik mengatakan, dirinya tidak diakui keluarganya ketika dia berusia 16 tahun. Selama bertahun-tahun ia merasa dipaksa berpakaian dan bertingkah seperti anak laki-laki.

Dia mencari jalan yang berbeda untuk dirinya sendiri, jadi dia mengkuti pelatihan dan kemudian menemukan pekerjaan sebagai penata rias untuk membiayai gelar jurnalistiknya di Universitas Punjab. Lewat koneksinya di industri kecantikan, ia mendapatkan pekerjaan di dunia model dan menjadi bahan pembicaraan di kota.

Kisah hidupnya, dan sikapnya, membuat panel seleksi di "Kohenoor News" terkesan, kemudian mempekerjakannya sebagai peserta pelatihan pembawa berita. Kepala Eksekutif Kohenoor Junaid Mehmood Ansari mengatakan, dia memiliki kekhawatiran tentang Malik yang tampil dalam siaran, tetapi kekhawatirannya terhenti oleh pujian media sosial atas upayanya mempromosikan orang-orang transgender setelah penampilan pertamanya, pada 23 Maret.

Undang-undang terbaru telah memperjelas individu transgender di Pakistan menjamin semua hak warga negara yang diabadikan dalam konstitusinya, dengan kartu identitas nasional yang menyediakan kategori jenis kelamin ketiga. Tetapi tidak semua orang Pakistan menerimanya.

"Hal-hal baru tentang transgender adalah pengaruh budaya Barat, dan ini benar-benar salah," kata Ayaz Khan, penduduk pusat komersial selatan Karachi.

"Trans Action Pakistan," sebuah kelompok kampanye, memperkirakan ada setidaknya 500 ribu orang transgender di antara 208 juta populasi Pakistan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES