Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Ektremis Sayap Kanan Italia Ditangkap Terpengaruh Hitler

Rabu 07 Februari 2018 14:03 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Luca Traini dengan tato dan lambang rasinya.

Luca Traini dengan tato dan lambang rasinya.

Foto: saudigazette.co
Mereka mengidentifikasi dirinya dengan buku Mein Kampf

REPUBLIKA.CO.ID -- Seorang anggota ekstremis sayap kanan Italia dicurigai melakukan penembakan yang melukai enam orang Afrika di Italia tengah. Ia melakukannya secara kelas dan pasti, serta menyadari apa yang telah dilakukannya. Dia tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya. Hal ini dikatakan  seorang pejabat penegak hukum Italia.

Luca Traini, 28 tahun, adalah nama ekstremis itu. Dia akan tetap dipenjara saat polisi menginvestigasi dia dalam beberapa percobaan pembunuhan dengan keadaan "kebencian rasial" untuk serangan Sabtu malam di kota Macerata, Italia. Menurut tevelvis negara RAI, kelima pria dan satu wanita yang terluka dalam dua jam perjalanan dengan melakukan pemotretan. Mereka  adalah dari Nigeria, Ghana, Gambia, dan Mali.

Seperti dilansir Al Arabiya, otoritas Italia mengatakan, mereka mengidentifikasi dirinya dengan buku Mein Kampf karya Adolf Hitler. Selain itu ada publikasi lain yang terkait dengan Nazisme dan sebuah bendera dengan salib Celtic, yang dipakai simbol yang biasa digunakan oleh supremasi kulit putih. Benda itu didapatkan dari rumah Traini pada hari Ahad lalu.

Traini memang adalah orang Italia. Dia adalah kandidat yang tidak berhasil dalam pemilihan lokal untuk partai politik antimigran Northern League, pada ajang tahun lalu. Kantor berita ANSA Italia mengutip keluhan yang mengakuisisi sebelumnya memiliki hubungan dengan partai Forza Nuova dan CasaPound yang menjadi pengikut neo-fasis itu.

Foto-foto yang dikeluarkan oleh polisi menunjukkan Traini dengan tato neo-Nazi yang mencolok di dahinya. Ada gambar sebuah bendera Italia diikatkan di lehernya.

Kolonel Michele Roberti, komandan Carabineri di Macerata, mengatakan kepada Sky TG24 bahwa Traini tidak menunjukkan penyesalan atas pengunduran diri dua jam tersebut. Dia memungkinan  melakukan tindakan gila itu sebagai semacam pemulangan dan semacam tindakan balas dendam untuk pembunuhan mengerikan yang menimpa  seorang remaja beberapa hari sebelumnya.

Sumber : saudigazette.com
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA