Kamis 24 Jul 2014 23:28 WIB

Dokter Cabut 232 Gigi dari Seorang Remaja India

Rep: C92/ Red: Citra Listya Rini
Dokter gigi di Mumbai sedang menangani Ashik Gavai
Foto: theguardian
Dokter gigi di Mumbai sedang menangani Ashik Gavai

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- Para dokter di India mencabut 232 gigi dari mulut seorang remaja berusia 17 tahun bernama Ashik Gavai. Operasi berlangsung selama tujuh jam. 

Seperti dilansir BBC, Kepala Bagian Gigi Rumah Sakit JJ di Mumbai, Sunanda Dhiware mengatakan, Ashik Gavai, dibawa ke rumah sakit karena adanya pembengkakan di rahang kanan.  

Gavai telah menderita selama 18 bulan dan pergi ke kota setelah dokter di desa tidak mampu mengidentifikasi penyebab masalahnya. Dokter menggambarkan yang dialami Gavai sebagai kondisi yang sangat langka dan merupakan rekor dunia. 

“Masalah yang dialami Asik didiagnosis sebagai composite odontoma kompleks, yaitu gusi yang membentuk banyak gigi. Ini semacam tumor jinak,” kata Dhiware. “Pada awalnya, kita tidak bisa mencabutnya jadi kita harus menggunakan palu dan pahat untuk mengambilnya.”

Setelah terbuka, beberapa gigi yang berbentuk seperti mutiara putih mulai keluar satu per satu. Awalnya, para dokter mengumpulkannya, kemudian mereka menghitungnya. Para dokter mengaku lelah menghitung gigi-gigi tersebut, namun akhirnya ditemukan 232 gigi. 

Operasi dilakukan pada Senin (22/7) dan melibatkan dua ahli bedah dan dua asisten. Tim ini dipimpin oleh Vandana Thorawade yang mengepalai bagian Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Gavai kini mempunyai 28 gigi.

Diware mengatakan kasus ini menarik karena dia tidak pernah menemui kasus serupa selama 30 tahun bekerja sebagai dokter. “Menurut literatur medis yang ada ini terjadi pada gusi atas dan maksimal hanya 37 gigi telah diekstraksi pada kasus sebelumnya.” kata dia.

Ayah Gavai, Suresh Gavai mengatakan, anaknya sudah mengeluh kondisi sakit anaknya parah sebulan terakhir. “Saya khawatir mungkin berubah menjadi kanker, jadi saya bawa ke Mumbai.” ujarnya seperti dikutip Mumbai Mirror.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement