Senin 24 Nov 2014 13:38 WIB

Puing MH17 Tiba di Kharkiv

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Winda Destiana Putri
Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Donetsk mulai dipindahkan untuk dibawa ke Belanda dan diteliti lebih lanjut.
Foto: Reuters
Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Donetsk mulai dipindahkan untuk dibawa ke Belanda dan diteliti lebih lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, PELAHIIVKA -- Puing-puing Malaysia Airlines MH17 telah tiba dari Ukraina timur di Kharkiv. Puing-puing tersebut dibawa dengan kereta api dengan diawasi oleh para ahli dari Belanda dan petugas keamanan Eropa.

"Meski situasi keamanan sekitarnya sulit, tim berhasil menyelesaikan tugasnya sesuai rencana," ujar pemerintah Belanda dalam pernyataannya.

Penyelidikan atas MH17 dilakukan di Kharkiv dan Belanda. Dilansir dari BBC, Senin (24/11), pecahan badan pesawat dan sisa-sisa jasad korban nantinya akan dibawa ke Belanda untuk diperiksa. MH17 ditembak jatuh pada Juli. Insiden tersebut menewaskan 298 orang di dalam pesawat.

Sebagian besar adalah warga Belanda. Kurangnya keamanan di lokasi jatuhnya pesawat di Grabove menyebabkan penundaan selama beberapa pekan. Separatis akhirnya mengizinkan pemindahan puing.

Para ahli Belanda mengatakan mereka tidak bermaksud mengambil semua puing pesawat. Mereka hanya ingin mendapatkan bagian ban, sayap dan tangki bahan bakar. Di bagian itulah sebagian besar penumpang yang tidak dikenali duduk.

Sembilan korban masih belum ditemukan. Juru bicara misi Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) Michael Bociurkiw mengatakan dia lega puing pesawat telah keluar dari wilayah separatis. Bociurkiw mengatakan ada potongan badan pesawat yang telah ditinggalkan.

"Ini merupakan zona konflik aktif. Operasi ini sangat rumit, sangat sulit, jadi ada suka dukanya untuk masuk ke sana, mendapatkan puing, sisa jasad manusia dan barang pribadi keluar dari sana," kata Bociurkiw.

Ukraina dan negara-negara Barat menuduh kelompok separatis Rusia menembak jatuh pesawat dengan menggunakan misil Rusia. Rusia membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Belanda memimpin penyelidikan itu.

September lalu, laporan awal dari penyelidik Belanda berkesimpulan pesawat dihantam oleh objek besar berkekuatan tinggi. Namun, tidak disebutkan pihak yang bertanggung jawab.

Pertempuran sporadis terus berlangsung di Ukraina timur meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai pada September. Perang roket terjadi, Ahad, antara kedua pihak bertikai di kota Donetsk.

Sabtu pekan lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Stephan Poltorak mengklaim 7.500 perwakilan tentara Rusia berada di Ukraina timur setelah sebelumnya NATO memperingatkan adanya peningkatan tentara Rusia di perbatasan.

Di Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan penanganan Barat atas konflik Ukraina memaksa perubahan rezim di Rusia. Sejak pertempuran berkobar di Ukraina timur pada Maret  lebih dari 4.200 orang tewas dalam konflik, termasuk 298 penumpang MH17.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement