Senin 04 May 2015 18:16 WIB

Gunung Everest Tetap Terbuka untuk Pendakian

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Julkifli Marbun
Kondisi tenda pendaki gunung yang rusak diterjang salju longsor akibat gempa bumi di Gunung Everest, Sabtu (25/4).
Foto: Azim Afif via AP
Kondisi tenda pendaki gunung yang rusak diterjang salju longsor akibat gempa bumi di Gunung Everest, Sabtu (25/4).

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Meski longsor telah terjadi alibat gempa dahsyat akhir bulan lalu dan menghancurkan sebagian besar jalr pendakian, Gunung Everest tetap terbuka untuk para pendaki.

Gempa terburuk Nepal dalam beberapa dekade terakhir itu telah menewaskan lebih dari 7.200 orang, termasuk sedikitnya 18 pendaki Everest. Pendaki tersebut tewas setelah terkena longsoran salju dan es yang menyapu base camp mereka.

Bencana besar ini sempat membuat pemerintah dan para pendaki ragu. Namun, Departemen Pariwisata memutuskan untuk tetap membuka pendakian.

Untuk mendaki puncak tertinggi dunia tersebut, para pendaki membayar 11 ribu dolar. Sebanyak 357 orang telah terdaftar untuk musim pendakian ini.

"Pemerintah tidak akan secara resmi mengumumkan penutupan karena kita telah mengizinkan para pendaki," kata Tulsi Prasad Gautam dari Departemen Pariwisata.

Bicara soal rute pendakian, Gautam meminta para pendaki dapat mengambil keputusan sendiri karena rute utama masih dalam kondisi rusak. "Rute ini masih rusak dan para pendaki di base camp tidak berpikir rute tersebut akan benar dalam waktu dekat. Terserah para pendaki dan penyelenggara di base camp untuk mengambil keputusan. Kami tidak meminta mereka untuk melakukan hal lainnya," lanjut dia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement