Rabu 01 Jul 2015 19:37 WIB

Tangkal Pengaruh Ekstrem, Singapura Luncurkan Helpline

Rep: C08/ Red: Djibril Muhammad
Singapura
Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Pemerintah Singapura mengumumkan peluncuran program terbaru yaitu Helpline, Rabu (1/7). Program ini diluncurkan khusus untuk umat Islam yang mencari jawaban atas masalah-masalah agama.

Diharapkan, Muslim Singapura terutama yang masih muda tidak mudah terpengaruh dengan situs-situs yang mengakibatkan masuknya pengaruh ekstrem.

"Kami ingin menyelamatkan orang-orang dari pengaruh ekstrem," kata Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean di Masjid Khadijah, Selasa (30/6) kemarin, dilangsir dari Onislam.net.

Untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan helpline, mereka dapat menghubungi nomor 1800-774-7747 yang beroperasi sejak pukul 9.00 sampai 5.00 waktu setempat, dari Senin sampai Jumat.

Dengan menawarkan jawaban yang jelas tentang konsep-konsep agama yang disalahgunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis, Helpline juga akan membantu orang mencari nasihat untuk mereka-mereka diduga telah dirasuki paham radikal.

Teo mengakui, kalangan muda Muslim harus dilindungi bersama-sama agar tidak terpengaruh dengan maraknya penyebaran paham-paham ekstrem.

Ia mencontohkan baru-baru ini ada pemuda yang masih berusia 17 tahun, ditangkap oleh aparat keamanan karena diketahui telah terpengaruh dengan paham-paham yang dapat membahayakan keamanan negara.

Helpline ini sendiri diluncurkan oleh Rehabilitasi Keagamaan Group (RRG), yang mana melalui aplikasi ini mereka menargetkan agar dapat mengedukasi mana informasi yang menjurus kepada paham ekstremisme dan radikalisasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement