Kamis 02 Jul 2015 08:14 WIB

Vietnam Kecam Unjuk Rasa Perbatasan Aktivis Kamboja

Bendera Vietnam (ilustrasi)
Foto: wikispaces.com
Bendera Vietnam (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Vietnam pada Rabu (1/7) mengutuk yang disebutnya serangan aktivis Kamboja terhadap polisi dan warga Vietnam yang tinggal di dekat perbatasan kedua negara itu. Insiden itu melukai lebih dari selusin orang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Le Hai Binh di Hanoi mengatakan sekitar 250 aktivis Kamboja, termasuk seorang anggota parlemen dari oposisi Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP), secara tidak sah memasuki wilayah Vietnam di provinsi selatan, Long An pada akhir pekan lalu.

"Petugas keamanan Vietnam dan warga setempat mencoba berbicara dengan pegiat itu dan menghentikan mereka, tapi diserang. Tujuh orang Vietnam terluka," katanya dalam pernyataan.

Partai oposisi Kamboja itu sejak lama mengecam hubungan nyaman Kamboja dengan Vietnam dan selalu menuduh Vietnam mengambil wilayah Kamboja sepanjang 1.270 kilometer di perbatasan.

Serangan kata dan kadang-kadang fisik oleh anggota parlemen oposisi dan pegiat di perbatasan Vietnam lazim terjadi dalam beberapa tahun ini. Vietnam mengutuk keras kekerasan yang dapat membahayakan hubungan baik kedua negara tersebut.

Ia menambahkan bahwa Kamboja harus mengambil tindakan tepat untuk manangani pegiat itu dan tidak membiarkan serangan tersebut terulang.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement