Rabu 08 Jul 2015 04:00 WIB

Obama Akui ISIS Sangat Cepat Rekrut Orang-Orang dari Seluruh Dunia

Rep: Agus Raharjo/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Foto: Reuters
Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Senin (6/7) mengatakan akan semakin gencar memerangi ISIS. Sekaligus, AS akan meningkatkan dukungan pada oposisi Suriah yang moderat.

Dikutip dari laman Haaretz, Obama menegaskan akan menambah dukungan pada oposisi dalam perang sipil di Suriah. AS, kata dia perlu berbuat lebih untuk mencegah serangan serta memerangi upaya ISIS merekrut pengikut di AS.

Menurut Obama, saat ini tidak ada rencana untuk mengirim tambahan pasukan AS ke luar negeri untuk melawan ISIS. Sebab, perlawanan terhada kelompok militan ini tidak akan cepat. Obama justru menekankan dengan partner kuat di Irak, AS dan partner-partnernya akan sukses melawan kelompok militan ISIS.

Sebab, dengan pelatihan pasukan, telah berhasil menjatuhkan Ibukota Mayoritas Sunni di sebelah barat provinsi Anbar, Ramadi. “Lebih banyak relawan Sunni yang maju,” kata dia.

Obama menambahkan, relawan Sunni dapat menjadi kekuatan baru melawan ISIS. AS mengaku terus mempercepat pengiriman peralatan penting, termasuk senjata anti-tank untuk pasukan keamanan Irak.

Namun, Obama tidak membeberkan secara rinci apa yang akan dilakukan AS. Namun, Obama mencacat beberapa serangan kecil sudah terjadi di AS. Sebab itu, pihaknya akan berupaya untuk mencegah ISIS merekrut warga negara AS.

“Kita mengakui ISIS sangat efektif menjangkau dan merekrut orang-orang di seluruh dunia, termasuk Amerika, dan mereka menargetkan komunitas muslim di seluruh dunia,” kata Obama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement