Jumat 28 Aug 2015 00:05 WIB

1.160 Personel Militer Cina akan Latihan di Selat Malaka

Tentara Cina
Tentara Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina akan menggelar latihan militer gabungan dengan Malaysia di Selat Malaka, selain dengan Australia dan Amerika Serikat di Australia, kata Kementerian Pertahanan Cina, Kamis (27/8).

Angkatan bersenjata Cina yang mengalami modernisasi pesat meningkatkan jangkauan global mereka dan melakukan latihan di lokasi-lokasi yang semakin jauh, di saat pemerintah berupaya menjaga kepentingannya di seluruh dunia.

Namun, Cina  telah membuat banyak pihak khawatir, terutama dalam sengketa wilayah di Laut Cina Selatan dan Timur dengan meningkatkan keagresifannya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Yang Yujun mengatakan latihan Selat Malaka akan melibatkan 1.160 personel Cina, dua kapal perang, helikopter dan pesawat pengangkut. Latihan itu akan difokuskan pada upaya bantuan bencana, operasi pencarian dan penyelamatan, serta penyelamatan dari pembajakan.

Pembajakan merupakan satu masalah di selat yang terletak antara Semenanjung Malaysia dan pulau Sumatra, Indonesia, itu, tempat sebagian besar import minyak mentah Cina melintas dari Timur Tengah dan Afrika.

Citra Malaysia di Cina memburuk setelah hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang membawa 239 penumpang, sebagian besar warga negara Cina, pada 2014. Tanggapan Malaysia atas musibah tersebut mendapat kritik tajam masyarakat maupun media di Cina.

Secara terpisah, Yang mengatakan bahwa Cina akan ambil bagian dalam latihan dan kegiatan untuk bertahan hidup, seperti berkano dan naik gunung di Australia, bersama pasukan Australia dan AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement