Selasa 01 Sep 2015 21:20 WIB

Tiga Jurnalis Ditembak Mati

jurnalis di penjara (ilustrasi)
Foto: www.examiner.com
jurnalis di penjara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Kelompok pers, Selasa (1/9), mengatakan tiga jurnalis Filipina ditembak mati dalam beberapa waktu terakhir. Mereka mengingatkan, korban dari media akan terus berjatuhan jika pemerintah tidak mengambil langkah serius.

"Kami meminta Presiden Benigno Aquino untuk memberikan prioritas dalam menyelesaikan masalah ini," ujar Shawn Crispin, perwakilan senior Asia Tenggara untuk Komite Perlindungan Jurnalis. "Jika pemerintah tidak serius maka pembunuhan akan berlanjut."

Filipina dikenal sebagai salah satu negara berbahaya buat para jurnalis. Tokoh yang memiliki berpengaruh bisa dengan semena-mena membungkam kritik.

Polisi dan CPJ mengatakan, korban terakhir adalah komentator radio Cosme Maestrado (46 tahun). Ia ditembak mati di depan pasar di kota pelabuhan sebelah selatan Ozamiz pada 27 Agustus.

Sebelum Maestrado, reporter radio Teodoro Escanilla (57 tahun) ditembak di dalam rumahnya di Provinsi Sorsogon pada 19 Agustus. Sehari sebelumnya reporter koran Gregory Ybanez ditembak di depan rumahnya di Kota Tagum.  Secara total sudah ada 29 jurnalis tewas sejak Aquino berkuasa pada 2010.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement