Jumat 04 Sep 2015 20:51 WIB

Indonesia-Mesir Teken Kerja Sama Hubungan Luar Negeri

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Teguh Firmansyah
 Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjalan bersama  Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah Al Sisi (kiri), yang melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/9). (Antara//Yudhi M
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjalan bersama Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah Al Sisi (kiri), yang melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/9). (Antara//Yudhi M

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dan Menteri Luar Negeri Republik Arab Mesir menandatangani kerja sama untuk meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara.

Penandatangan kerja sama dilakukan di Istana Merdeka dengan disaksikan langsung Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Mesir Abdel Fattal Al Sisi.

Ada dua perjanjian kerja sama yang ditandatangani. Pertama, kerja sama bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsoedi mengatakan, bebas visa ini untuk meningkatkan intensitas hubungan antar pemerintah kedua negara sebagai pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas.

Selain itu, kedua negara juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk pendidikan dan pelatihan bagi para diplomat.

"Di Pusdiklat Kemenlu kita juga mendidik beberapa diplomat asing dan kita lakukan pertukaran antar diplomat. Kali ini kita lakukan dengan Mesir," kata Retno.

Setelah dokumen kerja sama ditandatangani, kedua kepala negara memberikan pernyataan pers di ruang kredensial Istana Merdeka. Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Sisi merupakan sosok kontroversial. Dia merupakan tokoh di balik kudeta presiden dari Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mursi pada 2013 lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement