Rabu 25 Nov 2015 14:40 WIB

PM Cameron Prihatin Pesawat Rusia Ditembak Jatuh Turki

PM Inggris David Cameron
Foto: AP Photo
PM Inggris David Cameron

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris David Cameron pada Selasa (24/11) menyampaikan keprihatinan mengenai laporan tentang ditembaknya pesawat tempur Rusia oleh Turki.

Di dalam satu siaran pers, seorang juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street mengatakan, "Dengan jelas Perdana Menteri mengetahui laporan mengenai apa yang terjadi pagi ini. Tentu saja, sekarang ada penyelidikan untuk berusaha menentukan secara pasti apa yang sesungguhnya terjadi pagi ini," kata juru bicara tersebut.

"Tentu saja setiap kali ada pesawat yang ditembak jatuh di bagian mana pun di dunia, itu akan menjadi keprihatinan. Namun, mari kita menahan diri sampai kita memahami sepenuhnya fakta mengenai apa yang sesungguhnya terjadi," kata juru bicara tersebut ketika ditanyakan komentar Cameron mengenai peristiwa itu.

(Baca: Ingin Selamatkan Pilot, Helikopter Rusia Dirudal Gerilyawan Suriah)

Cameron berbicara dengan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada Selasa dan mendesak dia terus membuka saluran komunikasi dengan Rusia.

Pada Selasa pagi, pesawat tempur Turki menembak jatuh satu pesawat tempur Su-24 milik Rusia, setelah mengeluarkan sejumlah peringatan mengenai dugaan pelanggaran wilayah udara Turki.

Namun, Rusia menyatakan pesawatnya ditembak jatuh di wilayah udara Suriah. "Alat pemantau objek tak mendaftar upaya apa pun oleh pesawat Turki untuk mengadakan kontak radio atau visual dengan awak kami," kata Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum Rusia Sergei Rutskoy dalam pernyataan daring Kementerian Pertahanan Rusia.

Keterangannya bertolak belakang dengan pernyataan Turki mengenai dikeluarkannya 10 peringatan dalam lima menit mengenai pelanggaran pesawat Su-24 itu terhadap wilayah udara Turki, sebelum dua jet F-16 "turun-tangan".

Rutskoy juga menegaskan jet tempur Rusia tersebut tidak melintasi wilayah udara Turki, yang ia katakan dapat dibuktikan oleh data akurat pemantau objek dan data dari sistem pertahanan rudal Suriah.

"Namun data pengawas dari radar Pangkalan Udara Hmeimim mencatat pelanggaran wilayah udara Suriah oleh jet tempur Turki yang melakukan serangan," kata Rutskoy.

Rutskoy memperingatkan kontak militer antara Rusia dan Turki akan dibekukan, dan mengatakan Rusia akan memperkuat langkah keamanan guna melindungi Angkatan Udaranya dan pangkalan udara di Suriah, serta pertahanan antipesawat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement