Ahad 13 Dec 2015 07:26 WIB

Kesepakatan COP21 Tercapai

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Didi Purwadi
Laurent Fabius
Foto: Reuters
Laurent Fabius

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Kesepakatan COP21 dalam konferensi perubahan iklim di Paris, Prancis, berhasil dicapai, Sabtu (12/12). Seluruh delegasi dari negara-negara partisipan sepakat untuk membatasi kenaikan suhu global kurang dari dua derajat Celcius.

Pakta kesepakatan adalah komitmen pertama seluruh dunia untuk mengurangi emisi karbon. Kesepakatan ini mengikat secara hukum dan sebagian bersifat sukarela.

Negara-negara kunci G77 yang merupakan negara berkembang seperti Cina dan India juga mendukung pakta.

"Saya melihat ruangan dan melihat reaksi positif, tidak ada keberatan. Kesepakatan Paris diterapkan," kata Presiden konferensi COP21 yang juga Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, dikutip BBC.

Presiden AS Barack Obama menyambut kesepakatan yang disebutnya ambisius dan bersejarah tersebut. Ia mengakui bahwa kesepakatan belum sempurna, tapi ini merupakan kesempatan terbaik untuk menyelamatan Bumi.

Hampir 200 negara ikut bagian dalam negosiasi tersebut. Ketua kelompok yang terdiri dari negara-negara miskin mengatakan kesepakatan itu sangat bersejarah. "Kita hidup di zaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga harus ada tindakan yang juga belum pernah dilakukan sebelumnya," katanya.

Beberapa isi kesepakatan tersebut diantaranya:

1. Menurunkan emisi gas kaca secepatnya dan mencapai keseimbangan antara sumber daya dan menurunan gas rumah kaca dalam lima tahun kedepan

2. Menjaga kenaikan suhu global tetap di bawah dua derajat Celcius dan membatasinya jadi sebesar 1,5 derajat Celcius

3. Meninjau ulang proses ini setiap lima tahun

4. Mengalirkan dana sebesar 100 milyar dolar AS per tahun untuk negara berkembang hingga 2020, dengan komitmen untuk meningkatkan keuangan di masa depan

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement