Jumat 25 Mar 2016 16:26 WIB

Arkeolog: Tengkorak William Shakespeare Kemungkinan Hilang

William Shakespeare
Foto: guardian
William Shakespeare

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arkeolog memperkirakan tengkorak dramawan William Shakespeare kemungkinan sudah tidak ada lagi di kuburannya. Dugaan itu muncul setelah para arkeolog memindai makam dramawan Inggris itu.

Empat ratus tahun setelah kematian dan pemakamannya di Gereja Holy Trinity di Stratford-upon-Avon, Inggris bagian tengah, para peneliti diperbolehkan memindai kuburan sang sastrawan menggunakan radar penembus tanah.

Namun pada area bawah lantai gereja tempat tengkorak sastrawan itu seharusnya berada, mereka menemukan tanda gangguan.

"Kami melihat makam Shakespeare dengan gangguan aneh pada ujung bagian kepala dan kami punya kisah yang menunjukkan bahwa pada saat yang sama dalam sejarah seseorang datang dan mengambil tengkorak Shakespeare," kata arkeolog Kevin Colls dari Staffordshire University.

"Sangat sangat meyakinkan bagi saya bahwa tengkoraknya sudah tidak berada di Holy Trinity."

Temuan itu memperdalam misteri seputar makam Shakespeare, yang tidak bertulis namanya dan hanya bertulis sajak peringatan "Good friend, for Jesus' sake forbear, to dig the dust enclosed here. Blessed be the man that spares these stones, And cursed be he that moves my bones."

Dalam upaya menemukan tengkorak Shakespeare, tim Colls juga meneliti kisah lama bahwa itu tersembunyi di dalam ruang bawah tanah tersegel di gereja lain, sekitar 24 kilometer di seberang pedesaan Inggris, Worcestershire.

Namun hasil analisis menunjukkan tengkorak yang ada di sana merupakan tengkorak seorang perempuan yang berusia 70 tahunan ketika meninggal dunia.

Pemindaian makam tempat jasad Shakespeare dulu dimakamkan di samping istrinya Anne Hathaway dilakukan dengan cara non-intrusif menurut tim Colls, yang akan memaparkan hasil penelitian mereka dalam dokumenter di televisi Channel 4 di Inggris yang akan tayang Sabtu.

"Ada sangat banyak mitos dan legenda yang bertentangan tentang makamnya," kata Colls dalam satu pernyataan yang dikutip kantor berita Reuters.

"Hasil ini tak diragukan akan memunculkan diskusi, debat ilmiah dan teori-teori kontroversial pada tahun-tahun mendatang. Bahkan sekarang, memikirkan temuan itu membuat punggung saya merinding," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement