Ahad 01 May 2016 01:54 WIB

Bayi Selamat Ditemukan dari Apartemen yang Roboh di Kenya

Pekerja terus mencari korban yang masih selamat dari apartemen enam lantai yang roboh di Nairobi, Kenya, akibat hujan deras.
Foto: Reuters
Pekerja terus mencari korban yang masih selamat dari apartemen enam lantai yang roboh di Nairobi, Kenya, akibat hujan deras.

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Beberapa jam setelah bangunan roboh di tengah Ibu Kota Kenya, seorang pria muncul menggendong bayi yang diselimuti kain merah muda. Serombongan pekerja dan petugas lalu bersorak.

Pria lain muncul, menggendong balita yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Kedua anak tersebut lalu dilarikan ke ambulans untuk dirawat.

Jumat lalu sebuah bangunan berlantai tujuh roboh di Nairobi. Pekerja dan petugas masih mendengar suara-suara meminta tolong. Mereka diduga penghuni bangunan yang selamat dan terkurung di reruntuhan.

Palang merah menyatakan setidaknya 12 orang terbunuh akibat peristiwa ini. Sebanyak 134 orang lain terluka. Dikuatirkan akan ada lebih banyak lagi penghuni yang terjebak di bangunan di Huruma, kawasan tempat tinggal di Nairobi. Setidaknya 60 orang sudah dilaporkan menghilang.

Bangunan ini menampung 164 ruang apartemen. Namun belum jelas berapa banyak yang terhuni saat insiden terjadi, ujar juru bicara Palang Merah Kenya Abbas Gullet.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta sudah mengunjungi lokasi Sabtu pagi. Ia meminta otoritas untuk melakukan survei bangunan lain agar aman bagi tempat tinggal.

Uhuru meminta juga agar pemilik bangunan yang tidak stabil ditangkap. Sebelumnya terungkap bangunan yang roboh pernah mendapat laporan kewaspadaan dari Otoritas Konstruksi Nasional menurut kepolisian, dikutip dari CNN.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement