Rabu 28 Sep 2016 09:36 WIB

Debat Trump-Hillary di Medsos Kian Memanas

Calon presiden Partai Republik AS Donald Trump dan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton
Foto: AP Photo/ Evan Vucci
Calon presiden Partai Republik AS Donald Trump dan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan antara dua kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump dan Partai Demokrat Hillary Clinton di media sosial berlangsung sengit dan memanas. Menurut survei, dalam tiga bulan terakhir, Trump lebih mendominasi pemberitaan di media sosial dibandingkan Hillary.

"Trump memimpin di media online sekitar 52,75 persen dalam sebulan terakhir," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, di Jakarta, Rabu (28/9).

Data ini diperoleh dari 11 ribu pemberitaan dari 101 media online Amerika. Sementara itu, ekspose Clinton di media online, kata Rustika, terus anjlok dari 13 ribu pada bulan Juli menjadi 10 ribu pada September.

Tingginya akumulasi ekspos Trump di media online tersebut, diakibatkan oleh isu-isu kontroversial yang selalu dikemukakannya. Itu sebabnya respons pada Trump juga muncul dari negara-negara lainnya. Sementara itu, Hillary lebih banyak di Amerika dibanding di negara-negara lain.

Dilihat dari ekspos khusus media di seluruh negara bagian di Amerika, Hillary mendominasi hingga hampir 70 persen pada tiga bulan lalu dan menurun hingga 50 persen di bulan ini. Situasi ini hampir mirip dengan survei lapangan yang dilakukan dimana Hillary Clinton menang di berbagai survei di Amerika sejak beberapa bulan lalu, yakni 44 persen.

Sedangkan, dukungan untuk Trump di survei hanya 31 persen. Namun demikian, belakangan ini angka yang diraih Trump kian mengejar Clinton. "Peta satu bulan terakhir ternyata terjadi pergeseran tren. Trump sepertinya memanfaatkan situasi hingga ekspos media kian berimbang," papar Rustika.

Selain mendominasi media sosial, Trump juga unggul di media online. Menurut Rustika, nama Trump di-tuit sebanyak 819.613 tweet oleh 269.302 akun twitter. Jumlah itu menguasai 62 persen. Sementara itu, Clinton hanya di-tuit sebanyak 269.302 kali oleh 82 ribu akun atau hanya mencapai 37 persen.

Respons terbesar pada kedua kandidat didominasi oleh pemilih kalangan usia 26-35 tahun, yang paham tentang politik dan berpikiran terbuka. Porsi mereka mencapai lebih dari 69 persen. Sementara itu, netizen perempuan lebih banyak merespons Clinton, yakni sebanyak 42 persen, dibandingkan dengan pada Trump, yakni 39 persen.

Saat debat kandidat berlangsung kemarin, Trump juga menguasai media sosial. Ia di-tuit sebanyak 106.165 kali atau sekitar 70 persen dibandingkan Clinton yang hanya di-tuit sebanyak 45.372 kali atau 30 persen. Hal itu disebabkan oleh pernyataan kontroversial yang diungkapkannya di antaranya hal yang terpantau adalah mengenai isu LGBT, serta tax return.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement