Jumat 20 Jan 2017 18:41 WIB

Demonstran dan Pendukung Trump Terlibat Bentrok di Washington

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini
Warga AS berdemo menentang pelantikan Donald Trump di dekat Trump Tower
Foto: Reuters
Warga AS berdemo menentang pelantikan Donald Trump di dekat Trump Tower

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kekacauan meletus di luar lokasi pesta DeploraBall pada malam sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) di Washington, Kamis (19/1). Kekacauan disebabkan oleh bentrok antara demonstran dengan pendukung Trump.

"Sampah Nazi!" ujar seorang pria bertopeng kepada wanita yang melambaikan tiket masuk ke DeploraBall. Ratusan pengunjuk rasa memenuhi jalan di depan National Press Club, tempat yang dipilih untuk pesta DeploraBall.

Petugas keamanan memblokir jalan mobil untuk demonstran. Dua baris polisi anti-huru hara menjaga pintu masuk ke lokasi pesta dan berjaga di trotoar. Para demonstran meneriakkan kata "fasis" dan "rasis" kepada pendukung Trump. Mereka juga meneriaki polisi dan mengatakan, "siapa yang Anda lindungi?"

Sebuah spanduk besar bertuliskan "rasisme" dipajang di tengah kerumunan. Pengunjuk rasa juga membakar tumpukan pamflet di tengah jalan. Sedangkan yang lainnya, membawa spanduk "Makzulkan Presiden Predator."

Seorang pria pendukung Trump dibawa ke trotoar oleh polisi setelah diserang di bagian kepala oleh pengunjuk rasa. Sejumlah orang juga terlihat dipenuhi dengan darah.

"Saya pikir kebanyakan orang-orang ini tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Cukup ironis jika mereka menyebut anti-kekerasan dan kebebasan berbicara," kata Daniel, seorang pendukung Trump.

Dilansir dari The Guardian, pesta DeploraBall akan dihadiri 1.000 pendukung Trump untuk merayakan "Trumpism". Menurut tiket, dress code yang digunakan peserta DeploraBall adalah 'fun formal'.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement