Selasa , 21 March 2017, 08:07 WIB

FBI Ungkap Kebencian Putin Terhadap Hillary Clinton

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Indira Rezkisari
AP
Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), James Comey, mengungkap alasan Rusia melakukan intervensi terhadap pemilu AS 2016 dengan mengganggu Partai Demokrat. Menurut Comey, alasan potensialnya adalah karena Presiden Rusia Vladimir Putin membenci Hillary Clinton.

"Putin sangat membenci Menlu Clinton. Di sisi lain, ia memiliki preferensi yang jelas terhadap seseorang yang akan melawan Clinton yang sangat ia benci," ujar Comey di hadapan Parlemen, Senin (20/3), dikutip ABC News.

Komunitas intelijen menilai, intervensi Rusia dilakukan setelah sejumlah jajak pendapat menunjukkan kemenangan Clinton dalam pemilu AS. Rusia tidak ingin menyerah dan berfokus dalam upaya melemahkan Clinton.

"Anda tahu bahwa mereka tidak akan menang, jadi Anda berharap tokoh utama dari tim lawan dapat diganggu," kata dia.

Comey dan Rogers bersaksi selama berjam-jam di depan Komite Intelijen, Senin (20/3). Untuk pertama kalinya, mereka akan menjelaskan peran Rusia dalam pemilihan Presiden AS 2016.

Ia mengaku seluruh pernyataannya tidak disertai sentimen kebencian terhadap Clinton. Ia juga tidak memberikan pandangan positif kepada Trump.