Selasa , 21 Maret 2017, 09:50 WIB

Rusia Bantah Bantu Kurdi Mendirikan Pangkalan Militer

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Bilal Ramadhan
Reuters
Pasukan Kurdi yang bertempur melawan militan ISIS.
Pasukan Kurdi yang bertempur melawan militan ISIS.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Seorang milisi menyebutkan Rusia telah membantu pasukan Kurdi Suriah YPG mendirikan pangkalan militer di Suriah utara yang akan digunakan untuk melatih pejuangnya. Akan tetapi hal itu telah dibantah oleh Rusia.

Para pejabat Rusia menegaskan tidak ada rencana untuk membuka basis baru di Suriah. Sedangkan dan satu pangkalan di dekat Afrin berfungsi sebagai pusat rekonsiliasi. Pihaknya mengaku peran dasar mereka adalah untuk menegosiasikan gencatan senjata lokal antara berbagai pihak yang bertikai di Suriah.

Juru bicara YPG Redur Xelil mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kesepakatannya dengan Rusia telah disepakati pada hari Ahad (19/3) waktu setempat. Bahkan tentara Rusia dengan jumlah yang tidak ditentukan berikut kendaraan lapis baja sudah mengambil posisi di pusat Afrin.

"Ini adalah (kesepakatan) pertama dari jenisnya," katanya dalam pesan tertulis.

Xelil mengatakan pasukan Rusia akan membantu pejuang YPG pada 'perang modern' ini. Sehingga pada saatnya akan menyebabkan adanya titik kontak langsung dengan pasukan Rusia.

Sementara itu, BBC melaporkan, pertempuran antara militer dan pemberontak terus membara di dekat Damaskus. Pasukan pemerintah dilaporkan membombardir wilayah timur ibu kota, Damaskus, sehari setelah pejuang pemberontak melancarkan serangan kejutan.