Kamis , 23 March 2017, 17:08 WIB

Teror London Tewaskan Seorang Ibu, Cerita Kematiannya Tragis

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nur Aini
Yui Mok/PA via AP
Tim penanganan darurat menangani seorang warga terkuka dekat Istana Westminster, London, Rabu (22/3). Serangan di luar gedung parlemen Inggris menewaskan lima orang.
Tim penanganan darurat menangani seorang warga terkuka dekat Istana Westminster, London, Rabu (22/3). Serangan di luar gedung parlemen Inggris menewaskan lima orang.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Satu per satu korban penyerangan di parlemen Inggris, Westminster, London mulai dirilis kepolisian, Kamis (23/3). Terbaru, polisi mengidentifikasi warga asal Spanyol, Aysha Frade (43 tahun).

Perempuan yang bekerja di sebuah sekolah ini sedang dalam perjalanan menjemput sang buah hati saat pelaku tiba-tiba menabraknya dengan mobil. Frade menghembuskan napas terakhir karena luka akibat tabrakan cukup parah.

Media Spanyol menyebut Frade punya dua putri berusia delapan dan sebelas tahun. Ia bekerja di DLD College London yang terletak dekat dengan tempat kejadian.

Kepala sekolah tempat Frade bekerja, Rachel Borland mengatakan insiden tersebut begitu mengejutkan. Apalagi setelah ia tahu salah satu koleganya jadi korban. "Kami sangat terkejut dan sedih, simpati terdalam kami untuk keluarganya," kata dia dilansir dari Independent.

Menurut Borland, Frade adalah anggota tim administrasi sekolah. Ia sangat dihormati dan disayangi para siswa juga kolega kerjanya. "Kami akan sangat merindukannya," kata Borland.

Meski berkewarganegaraan Inggris, Frade masih memiliki keluarga di Betanzos. Mereka telah diberitahu soal kematiannya pada Rabu malam. Dua saudara perempuan Frade mendirikan akademi Inggris di sana.

Frade adalah korban kedua yang identitasnya dirilis kepolisian setelah personel Kaith Palmer. Palmer ditusuk hingga tewas setelah pelaku menabraki pedestrian di luar House of Parliament atau gedung parlemen Inggris.

Sebelumnya, serangan teroris terjadi di luar gedung parlemen Inggris pada Rabu (22/3). Puluhan orang jadi korban dalam serangan tersebut.