Jumat , 24 Maret 2017, 19:38 WIB

Komunitas Muslim Galang Dana untuk Korban Teror London

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Indira Rezkisari
REUTERS/Toby Melville
Warga menolong korban terluka di Westminster Bridge, London, Rabu (22/3). Lima orang tewas dan 40 luka dalam serangan di parlemen Inggris.
Warga menolong korban terluka di Westminster Bridge, London, Rabu (22/3). Lima orang tewas dan 40 luka dalam serangan di parlemen Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Anggota komunitas Muslim London menggalang dana bantuan untuk para korban penyerangan teror di London pada Rabu (22/3) kemarin. Seperti diketahui serangan teror di London menyebabkan lima orang tewas dan 40 lainnya luka-luka. 

Mudassar Ahmad adalah sosok yang menggagas kegiatan ini. Ia mengaku ide penggalangan dana untuk para korban teror didapatkannya bersama teman-temannya sesama Muslim yang tinggal di dekat rumahnya. 

Saat aksi teror berlangsung, Ahmad mengaku berada di gedung parlemen. Ketika itu, seorang teman Ahmad menghubunginya bahwa terjadi aksi teror di luar gedung parlemen. "Kami melihat keluar jendela dan melihat adegan pembantaian di sana," ungkapnya seperti dilaporkan laman Huffington Post. 

Usai insiden tersebut, tepatnya ketika Ahmed tiba di rumah, teman-teman Muslim mengundangnya untuk membicarakan perihal bagaimana cara agar mereka dapat membantu orang-orang yang menjadi korban dalam aksi teror itu. "Kami merasa ini penting, terutama bagi orang yang berupaya memecah belah kita. Bahwa orang bisa melihat kita semua bekerja untuk kemajuan London," tutur Ahmed. 

Setelah pertemuan dengan teman-temannya, Ahmed mengusung tema kegiatan "Muslim Unite for London" untuk menggalang dana. Dua anggota parlemen Inggris yang beragama Islam, yakni Naz Shah dan Yasmin Qureshi, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kendati diinisiasi oleh komunitas Muslim, namun dalam kegiatannya, Ahmed dan teman-temannya juga mengajak warga dengan latar belakang agama berbeda untuk ikut berpartisipasi. 

Dalam 15 jam, Ahmed dan teman-temannya berhasil menghimpun dana 10 ribu poundsterling. Kemudian pada Kamis (23/3), jumlah tersebut telah bertambah menjadi 15 ribu poundsterling. Menurut Ahmed, uang ini nantinya akan diberikan untuk para korban dan keluarganya. 

Kendati uang tidak dapat mengembalikan kehidupan yang hilang, Ahmed dan teman-temannya hanya ingin menunjukkan kepedulian dan turut berkontribusi meringankan beban para korban. "Kami berharap hal ini dapat mengurangi beban mereka," katanya.