Jumat , 19 May 2017, 14:18 WIB

TV Tianjin Cina Ingin Telusuri Nenek Moyang di Indonesia

Red: Nur Aini
en.wikipedia.org
Panorama of downtown Tianjin
Panorama of downtown Tianjin

REPUBLIKA.CO.ID, TIANJIN -- Salah satu stasiun televisi milik pemerintah Cina, Tianjin TV, ingin menelusuri nenek moyang asal Tianjin di Indonesia, seperti yang telah dilakukannya di Sabah, Malaysia.

Kepala Redaktur dan Penerangan (Pemberitaan) Tianjin TV mengemukakan stasiun televisi tersebut ingin menelusuri dan membuat film dokumenter tentang warga Tianjin yang berada di belahan dunia, termasuk Indonesia.

"Apalagi di Indonesia ada sejarah Laksamana Cheng Ho. Kami ingin menelusuri keberadaan nenek moyang kami yang ada di Indonesia, tapi kami belum tahu keberadaan mereka dan harus kontak siapa," ujarnya saat menerima delegasi jurnalis Jawa Timur, Indonesia, di Tianjin, Cina, Jumat (19/5).

Menurut dia, Indonesia, khususnya Jatim, memiliki arti penting bagi Tianjin, tetapi sampai saat ini belum ada kerja sama, padahal Jawa Timur memiliki kaitan sejarah dengan adanya Laksamana Cheng Ho. Oleh karena itu, ujarnya, dengan adanya kunjungan delegasi jurnalis dari Jatim akan membuka kesempatan dan peluang untuk melakukan kerja sama di berbagi bidang, termasuk dengan media. Kerja sama dengan media, seperti menggarap film dokumenter atau sejarah.

Ia mengemukakan sebagai langkah awal pihaknya akan mengirimkan delegasi ke Indonesia pada tahun ini. "Untuk waktunya kapan belum kami tetapkan, tapi yang pasti pada tahun ini," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya ingin mengenal lebih dekat, tetapi untuk informasi berbagai hal, khususnya tentang nenek moyang warga Tianjin yang ada di provinsi itu atau di Indonesia. Sebab, berkaca dari pengalaman kerja sama dengan Sabah, Malaysia, hubungan kedua negara semakin erat dan warga di Tianjin maupun Sabah juga sering saling berkunjung ke negara masing-masing. "Sekarang hubungan Tianjin dan Sabah semakin erat. Warga Tianjin yang ada di Cina banyak yang ke Sabah dan sebaliknya, warga Sabah juga banyak yang berkunjung ke sini (Tianjin)," ucapnya.

Tianjin TV didirikan pada akhir 1950 dan Radio didirikan pada abad 20, tetapi pada 2011 dilakukan penggabungan. Radio memiliki 11 channel dan televisi 10 channel, di antaranya untuk program pendidikan, olahraga, anak-anak, film TV berseri, film dokumenter, dan program televisi internasional atau channel internasional. Saat ini TV Tianjin bekerja sama dengan berbagai media di Australia, Amerika, Singapura dan negara-negara di Asia maupun ASEAN.

Sumber : Antara