Sabtu , 20 May 2017, 10:15 WIB

Pengamat Jepang: Indonesia Lanjutkan Pembangunan

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharani
Tahta Aidilla/Republika
 Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan infrastruktur di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19\2).
Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan infrastruktur di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19\2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Profesor Emiritus dari Universitas Tokyo, Satoshi Mori menilai perubahan geopolitik setelah Perang Dingin telah membawa masalah dan ancaman baru yang mengancam stabilitas dunia. Pengamat Geopolitik ini menjelaskan bahwa ancaman tersebut tak lain adalah terorisme.

Hal ini menimbulkan masalah lain seperti krisis pengungsi di Eropa, yang berakibat Brexit. "Sentimen konservatif dan proteksionis terus meningkat, ditambah isu lain seperti pemanasan global," kata dia dalam Jakarta Geopolitik Forum (JGF) di Jakarta, Jumat (19/5).

Ia menambahkan lagi ada ancaman rudal Korea Utara. Menurutnya, Korea Utara sengaja meluncurkan rudal agar memancing Amerika Serikat ke meja perundingan. Menurutnya, masalah ini seharusnya sudah selesai sejak lama.

Meski demikian, segala permasalahan ini tidak boleh membawa kekhawatiran berlebihan. Seperti untuk Indonesia, ia mengatakan Indonesia sudah berada di jalan yang benar.

"Indonesia fokus kepada pembangunan infrastruktur, dan saya berharap Indonesia harus dapat melakukan lebih daripada itu, " kata Mori. Ia juga menilai saat ini Indonesia harus fokus pada pendidikan agar dapat mengembangkan produk-produk berteknologi tinggi.

Tujuannya, agar dapat bergabung dengan deretan negara-negara kekuatan ekonomi dunia. Dengan demikian ia yakin kedepannya Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam ekonomi dunia.