Sabtu , 20 Mei 2017, 08:50 WIB

Pertempuran di Pangkalan Udara Libya, 140 Orang Tewas

Rep: Puti Almas/ Red: Angga Indrawan
bbc
Pertempuran yang terjadi di pangkalan udara Brak El Shati, Libya, Jumat (19/5).
Pertempuran yang terjadi di pangkalan udara Brak El Shati, Libya, Jumat (19/5).

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Pertempuran yang terjadi di pangkalan udara Brak El Shati, Libya dilaporkan membuat 140 orang tewas. Sebagian besar korban dilaporkan berasal dari oposisi Tentara Nasional Libya (LNA).

Kejadian dimulai pertama kali pada Kamis (18/5) lalu. Saat itu, milisi sekutu Pemerintah Libya yang didukung PBB dilaporkan memulai pertempuran untuk mengambil alih basis Brak Al Shati. Beberapa pesawat dibakar dan pertempuran terus berlanjut dalam dua hari terakhir ini.

"Kami telah membebaskan pangkalan udara Brak Al Shati dan mengancurkan semua kekuatan yang ada di dalamnya," ujar seorang juru bicara milisi, dilansir BBC, Sabtu (20/5).

LNA merupakan kelompok yang dibentuk oleh mantan jenderal Khalifa Haftar. Selama ini, pasukan dari kelompok itu memiliki wilayah kekuasaan terbesar di Libya Timur.

Sejak presiden Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011 lalu, Libya dilanda kekacauan dengan faksi-faksi bersenjata yang ingin menguasai pemerintahan secara penuh. Situasi terus diperburuk dengan kedatangan Negera Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok militan lainnya yang mengambil kesempatan atas kondisi di negara tersebut.

Selama ini, LNA terus bertempur untuk mengendalikan keseluruhan negara itu. Haftar dikenal menjadi salah satu tokoh militer paling kuat di Libya dan pernah melakukan perlawanan untuk menurunkan Gaddafi.