Ahad , 13 Agustus 2017, 15:09 WIB

Trump Kembali Peringatkan Kim Jong-un

Rep: Marniati/ Red: Ilham Tirta
AP
Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Presiden AS Donald Trump pada kembali memperingatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terkait ancaman yang terus ia lakukan kepada AS dan sekutu-sekutunya. Menurut Trump, Kim Jong- un akan menyesal jika terus melakukan ancaman.

"Jika dia mengucapkan satu ancaman terbuka atau jika dia melakukan sesuatu sehubungan dengan Guam atau tempat lain yang merupakan wilayah Amerika atau sekutu Amerika, dia benar-benar akan menyesalinya. Dan dia akan segera menyesalinya," kata Trump kepada wartawan di klub golfnya di New Jersey seperti dilansir Anadolu, Sabtu (12/8).

Trump menjelaskan, saat ini AS telah menyiapkan rencana militernya jika Korea Utara bertindak tidak hati-hati. Untuk itu, ia berharap agar Korut memahami peringatan yang disampaikan AS. "Jadi mudah-mudahan mereka mengerti apa yang saya katakan dan arti kata-kata itu. Kata-kata itu sangat, sangat mudah dimengerti. Mudah-mudahan Kim Jong-un akan menemukan jalan lain," katanya.

Ini adalah komentar terbaru Trump dalam upayanya menekan Korea Utara agar mengakhiri uji coba rudal balistik dan nuklirnya. Pada Kamis (11/8), Trump mengancam pemerintah Korut jika negara tersebut menggunakan rudalnya untuk menyerang AS dan sekutunya. Menurut Trump, Kim Jong-un akan menyaksikan sebuah tindakan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, kantor berita KCNA yang dikelola negara bagian Korea Utara mengklaim strategi militer regional Amerika dan sanksi yang diberikan kepada Korut berisiko mengundang kekalahan yang memalukan dan malapetaka akhir. Saat retorika antarnegara terus meningkat, AS dan Korea Utara telah terlibat dalam dialog tertutup sepanjang bulan ini.

Dikatakan bahwa kontak diplomatik secara teratur terjadi antara Joseph Yun, utusan AS untuk kebijakan Korea Utara, dan Pak Song Il, seorang diplomat senior Korea Utara di negara tersebut. Namun, sejauh ini interaksi tersebut tidak menghasilkan apa-apa untuk mengakhiri ketegangan mengenai program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.