Sunday, 2 Jumadil Akhir 1439 / 18 February 2018

Sunday, 2 Jumadil Akhir 1439 / 18 February 2018

Ancaman Trump Dinilai Bisa Selamatkan Maduro

Ahad 13 August 2017 23:26 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Ancaman penyerangan oleh Presiden Amerika Serikat terhadap Venezuela justru berpeluang menyelamatkan kedudukan Presiden Nicolas Maduro yang sebenarnya sudah berada di ujung tanduk. Maduro sering memanfaatkan ancaman serangan Amerika Serikat untuk membenarkan kebijakan kerasnya.

"Ucapannya justru menguntungkan Maduro sekaligus memperkuat posisi nasionalisnya," kata Luis Alberto Reodriguez, pengacara, yang sore itu duduk di kafe sambil menghisap cerutu Kuba di kawasan elit Caracas.

"Ini selalu menjadi bagian dari retorika Maduro dan Chavez. Mereka diuntungkan," kata dia. "Pemerintah akan menggunakan ancaman itu untuk menyatukan rakyat dan menyerang oposisi."

Maduro meneruskan revolusi sosialis dengan subsidi besar-besaran, yang dimulai pendahulunya, Hugo Chavez, sekitar 20 tahun lalu. Keduanya juga selalu berpidato tentang ancaman  Amerika Serikat yang dituding berencana merampok minyak Venezuela.

Kelompok oposisi semula menertawakan pemikiran berbau persekongkolan tersebut. Namun, pada Jumat malam, Trump mengatakan bisa saja memilih tindakan militer untuk menghentikan krisis sosial Venezuela serta penanganan terlalu keras terhadap musuh politik pemerintahan.

Pengikut Maduro, yang sering menghina kelompok oposisi sebagai boneka Washington, langsung menanggapi pernyataan Trump. "Urus saja masalahmu sendiri, tuan Trump," kata anak sang presiden, yang juga bernama Nicolas Maduro, saat berpidato di depan Dewan Konstituante, sebuah lembaga yang baru dipilih bulan lalu untuk menyusun undang-undang dasar baru.

"Jika Venezuela diserang, maka senapan kami akan tiba ke New York, tuan Trump. Dan kami akan mengambil alih Washington," kata dia.

Sementara itu, unjuk rasa menentang Maduro kembali digelar pada Sabtu, dengan diwarnai sedikit bentrokan pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan.

Sejauh ini, sudah lebih dari 120 orang yang tewas akibat gelombang kerusuhan yang melanda Venezuela sejak April lalu, di tengah ambruknya perekonomian dengan inflasi lebih dari 100 persen, dan diperparah oleh kelangkaan bahan makanan serta obat-obatan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Juara Piala Presiden 2018

Ahad , 18 February 2018, 02:51 WIB