Jumat 18 Aug 2017 09:38 WIB

KBRI: Tak Ada WNI Korban Teror di Barcelona

 Korban luka diberi pertolongan seketika setelah sebuah van warna putih naik ke pedesterian di distrik berserajarah La Ramblas, Barcelona, Spanyol, dan menabrak pejalan kaki, Kamis (17/8).
Foto: AP
Korban luka diberi pertolongan seketika setelah sebuah van warna putih naik ke pedesterian di distrik berserajarah La Ramblas, Barcelona, Spanyol, dan menabrak pejalan kaki, Kamis (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam aksi teror di Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8). Aksi teror itu sendiri dikabarkan telah mengakibatkan 13 orang meninggal dan puluhan luka-luka.

Berdasarkan keterangan dari KBRI di Madrid, sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Hal itu pun disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Jumat (18/8).

Namun, pemerintah RI mengingatkan kembali kepada WNI, khususnya yang berada di Barcelona, Spanyol untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempelajari perkembangan keadaan dan situasi keamanan di tempat-tempat yang akan dituju. Selain itu, WNI yang tinggal di Barcelona dan wilayah lainnya di Spanyol juga diimbau untuk menghindari tempat-tempat yang dapat menjadi target aksi teror.

Menurut catatan KBRI Madrid, jumlah WNI yang berada di Barcelona adalah sekitar 120 orang. Secara keseluruhan di Spanyol terdapat sekitar 1.620 WNI.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan KBRI di Madrid dapat menghubungi hotline Perlindungan WNI KBRI Madrid pada nomor +34 619 31 23 80. Alamat KBRI di Madrid adalah Calle de Agastia, 65, 28043, Madrid.

Sebelumnya, 13 orang tewas dan setidaknya 50 lainnya mengalami luka dalam serangan teroris di kota Barcelona, Kamis sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Seorang pria, yang digambarkan berbadan langsing dan berusia pertengahan 20 tahunan, mengendarai mobil van putih dengan kecepatan tinggi sepanjang beberapa ratus meter ke arah Las Ramblas, berusaha menabrak sebanyak mungkin orang.

Las Ramblas adalah suatu daerah terkenal di Barcelona yang dikunjungi banyak wisatawan. Kawasan itu dipenuhi dengan toko, kedai minuman dan restoran.

Kepolisian Spanyol menggambarkan insiden itu sebagai serangan teror. Kepolisian Spanyol juga telah menahan seorang pria yang terkait dengan serangan itu.

Pemerintah Indonesia mengecam aksi teror yang terjadi di Barcelona tersebut. "Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan dukacita mendalam dan solidaritas kepada korban dan keluarga korban akibat aksi teror tersebut," kata pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri RI.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement