Selasa , 22 August 2017, 07:07 WIB

Pelaku Utama Teror Barcelona Ditembak Mati Polisi

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Bilal Ramadhan
AP
 Korban luka diberi pertolongan seketika setelah sebuah van warna putih naik ke pedesterian di distrik berserajarah La Ramblas, Barcelona, Spanyol, dan menabrak pejalan kaki, Kamis (17/8).
Korban luka diberi pertolongan seketika setelah sebuah van warna putih naik ke pedesterian di distrik berserajarah La Ramblas, Barcelona, Spanyol, dan menabrak pejalan kaki, Kamis (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Kepolisian Spanyol menembak mati pelaku utama serangan teror di Barcelona, yakni Younes Abouyaaqoub, Senin (21/8) sore waktu setempat. Ia ditembak di dekat Subirats, sebelah barat Barcelona.

“Polisi Catalan telah membunuh Younes Abouyaaqoub, pengemudi van dan pelaku langsung serangan di Barcelona pada Kamis pekan lalu yang menyebabkan 14 orang tewas,” ungkap Carles Puigdemont, presiden wilayah Catalonia, seperti dilaporkan laman Aljazirah, Selasa (22/8).

Keberadaan Abouyaaqoub terungkap setelah seorang wanita di residen di Subirats memberitahu kepolisian bahwa dirinya melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Kepolisian pun segera menuju lokasi dan mengintai pria yang dimaksud oleh wanita tadi.

Tak lama berselang, personel kepolisian mencoba mendekati pria mencurigakan tersebut. Ketika hendak dihampiri petugas, ia segera menyingkap bajunya dan memperlihatkan sabuk peledak yang melingkar di tubuhnya. Hal ini yang menyebabkan polisi segera menembaknya.

“Tersangka mengenakan sabuk bom bunuh diri. Robot penjinak bom dioperasikan untuk mendekati mayat pria tersebut setelah dia ditembak jatuh,” kata seorang petugas polisi di lokasi kejadian.

Ketika situasi mulai aman dan terkendali, polisi segera mengidentifikasi identitas pria mencurigakan tersebut. Kepolisian Spanyol pun akhirnya mengonfirmasi bahwa pria yang ditembak hingga tewas itu adalah Abouyaaqoub.

Sebelumnya, kepolisian Spanyol menduga bahwa Abouyaaqoub telah meninggalkan Spanyol pascainsiden teror di Barcelona. Ia diyakini telah melintasi perbatasan Spanyol menuju Prancis. Oleh sebab itu, pemburuan Abouyaaqoub diperluas ke seluruh Eropa.

Pada Kamis (17/8), sebuah van menabrak kerumunan pejalan kaki di Las Ramblas, Barcelona. 14 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Kepolisian Spanyol menembak mati lima tersangka tak lama setelah insiden itu terjadi.

Awalnya kepolisian Spanyol menduga bahwa salah satu di antara lima tersangka yang ditembak mati oleh petugas adalah pelaku utama serangan di Barcelona. Namun belakangan diketahui tersangka utama penyerangan tersebut masih buron, yakni Younes Abouyaaqoub, pria asal Maroko berusia 22 tahun.