Rabu , 23 August 2017, 03:08 WIB

Donald Trump Disebut Buat Salah Klaim Hingga Ribuan Kali

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nur Aini
AP/Andrew Harnik
 Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian iklim Paris.
Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian iklim Paris.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON DC -- The Washington Post, Selasa (22/8), merangkum jejak pernyataan lisan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sejak mulai masa kepemimpinannya hingga Agustus 2017.

Dalam penelusurannya, media tersebut menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Pasalnya, Trump diketahui telah melakukan salah klaim sebanyak 1.057 kali. Kesalahan itu lantaran pernyataan-pernyataan Trump tidak berbasis data yang sahih atau benar-benar meyakinkan. Dengan demikian, sampai hari ini politikus Partai Republik tersebut
rata-rata salah sebanyak 4,9 kali per hari.

Washington Post kemudian mencontohkan lima salah klaim di antaranya. Pertama, 17 kali klaim tentang NATO. Dalam catatan Washington Post Trump kerap menegaskan, AS mengeluarkan uang urunan lebih banyak ketimbang negara-negara anggota NATO lainnya. Dia lantas mengancam, AS akan keluar dari pakta pertahanan itu bila terus-menerus urunan uang yang lebih banyak. Faktanya, tiap negara anggota NATO telah menyepakati besaran urunan sebanyak dua persen dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing untuk pertahanan hingga 2024. Kesepakatan itu bermula sejak tahun 2014 atau sebelum Trump menjadi presiden. Dengan demikian, naiknya Trump tidak berhubungan sama sekali dengan besaran dana urunan tiap negara anggota NATO.

Kedua, 18 kali klaim Trump bahwa media-media massa arus utama mengarang cerita soal keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016. Faktanya, sejak 6 Januari 2017 komunitas intelijen telah mengungkapkan satu laporan yang "terpercaya". Laporan itu sedikitnya menurut keterangan badan intelijen Amerika Serikat, CIA, sahih dan menegaskan campur tangan Rusia terhadap jalannya pilpres AS 2016.

Ketiga, 19 kali klaim Trump bahwa pembelian Lockheed Martin F-35 merupakan jasa pemerintahannya. Faktanya, pihak Pentagon telah merilis keterangan tentang penghematan biaya pembelian pesawat tempur itu jauh
sebelum Trump bertemu dengan kepala eksekutif Lockheed Martin.

Keempat, 42 kali klaim Trump tentang kebijakan ekonomi yang pro-pembukaan lapangan kerja. Washington Post menyebut, Trump kerap mengaku berjasa dalam menjembatani kepentingan buruh dan pebisnis eksekutif. Faktanya, banyak keputusan-keputusan pebisnis demikian yang sudah ada sebelum Trump mencalonkan diri di ajang pilpres 2016.

Kelima, jaminan kesehatan nasional AS, Obamacare. Sesuai dengan namanya, Obamacare dirancang dan berlaku dalam masa pemerintahan Presiden AS ke-44, Barack Obama. Namun, Trump berulang kali menyebut, Obamacare merupakan "bencana bagi Amerika." Faktanya, Obamacare terbukti tetap stabil dan diprediksi akan tetap
berjalan lancar dalam tahun-tahun ke depan, menurut Badan Anggaran Kongres.