Kamis 07 Sep 2017 15:03 WIB

Liga Muslim Dunia: Kekerasan Myanmar Sama Buruknya dengan ISIS

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto
Pengungsi Rohingya menuju pantai setelah berlayar di Teluk Bengal melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Rabu (6/9).
Foto: Mohammad Ponir Hossain/Reuters
Pengungsi Rohingya menuju pantai setelah berlayar di Teluk Bengal melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Rabu (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Liga Muslim Dunia mengatakan, serangan brutal dan genosida yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar telah mempermalukan kemanusiaan. Krisis ini telah menunjukkan matinya nilai-nilai HAM dalam sistem internasional.

"Pertumpahan darah di Myanmar tidak kalah buruknya dengan terorisme yang dilakukan ISIS dan Alqaedah," kata Liga Muslim Dunia, dikutip Arab News.

Liga memperingatkan kredibilitas masyarakat internasional tengah dipertaruhkan jika gagal memberantas aksi kekerasan semacam itu dan segala bentuk pelanggaran lainnya. Liga meminta adanya intervensi dan dukungan untuk Rohingya, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Liga mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas dan efektif untuk mengakhiri pembantaian di Myanmar, seperti halnya dengan mengakhiri terorisme ISIS dan Alqaedah. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan keteguhan dalam menghadapi terorisme yang terorganisir.

Menurut data yang dihimpun Liga Muslim Dunia, 6.334 orang tewas dan 8.349 orang terluka di negara bagian Rakhine sejak 25 Agustus. Sebanyak 500 wanita telah diperkosa, 103 desa, dan 23.250 rumah telah terbakar habis. Selain itu 335 ribu orang telah dilaporkan kehilangan tempat tinggal.

Liga menyatakan, kembali kecaman terhadap kekerasan sektarian yang ditujukan pada komunitas manapun, entah Muslim atau non-Muslim. Liba mengatakan, mereka telah berulang kali mengutuk serangan terhadap umat-umat dari semua agama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement