Selasa 12 Sep 2017 10:57 WIB

Sir Richard Branson Ikut Rasakan Dahsyatnya Badai Irma

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Winda Destiana Putri
 Mobil melintas di pohon yang tumbang akibat Badai Irma, di Pantai Emas, Florida, (9/9).
Foto: AP/ Wilfredo Lee
Mobil melintas di pohon yang tumbang akibat Badai Irma, di Pantai Emas, Florida, (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, NECKER -- Sir Richard Branson mengatakan, sebagian besar bangunan dan vegetasi di Necker telah hancur atau rusak parah akibat hantaman badai Irma. Necker termasuk di antara 50 British Virgin Islands (BVI).

Richard mengatakan, badai telah mengunjungi daerah terdekat ke Necker dan menyaksikan ganasnya dan tak kenal ampunnya badai ini. Badai tersebut menewaskan lima orang di wilayah Necker. 

Perdana Menteri BVI meminta Inggris memberikan dukungan jangka panjang. Richard dan timnya dalam kondisi aman.

"Kami merasakan dahsyatnya tenaga penuh dari badai terkuat yang pernah ada di Samudera Atlantik, tapi kami sangat beruntung memiliki gudang bawah tanah yang kuat yang dibangun di Rumah Besar Necker. Kami sangat beruntung semua tim kami yang tinggal di Pulau Necker selama serangan badai Irma aman dan sehat," kata Richard seperti dilansir BBC, Senin (11/9).

Puluhan ribu orang telah kehilangan rumah dan mata pencaharian mereka. Komunikasi di sebagian BVI masih buruk. Richard saat ini berada di Puerto Riko, beberapa kilometer ke barat pulau-pulau.

Richard berada di Puerto Riko untuk memobilisasi upaya mencari bantuan dan membangun kembali BVI dan Karibia yang lebih luas. Richard mengaku akan berbicara dengan banyak pemerintah, badan bantuan, serta media. Ia juga akan segera kembali ke BVI untuk terus membantu upaya pemulihan di lapangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement