Rabu , 13 September 2017, 04:09 WIB

Kepulauan Karibia Berubah Warna Akibat Badai Irma

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Hazliansyah
VOA
CCTV berhasil merekam detik-detik badai irma yang menghantam Florida, AS
CCTV berhasil merekam detik-detik badai irma yang menghantam Florida, AS

REPUBLIKA.CO.ID, ST JOHN'S -- Observatorium Bumi di bawah naungan Lembaga Antariksa AS NASA mendeteksi dampak lingkungan lanjutan dari mengamuknya Badai Irma. Hantaman badai menghancurkan aneka tanaman di Kepulauan Karibia hingga pulau berubah warna jika diamati dari kejauhan.

Dilansir dari laman Independent, NASA telah merilis serangkaian gambar kontras pulau-pulau di Karibia sebelum dan sesudah diterjang Badai Irma. Barbuda, Anguilla, kepulauan Virgin, dan Kuba termasuk pulau-pulau yang mengalami dampak terburuk, dengan 90 persen strukturnya rusak atau hancur.

Perwakilan NASA Kathryn Hansen menjelaskan, perubahan warna dalam gambar yang ditangkap oleh satelit Landsat 8 itu disebabkan oleh vegetasi yang rusak. Angin kencang yang kecepatannya mencapai 298 km/jam menghancurkan tanaman dan menumbangkan pepohonan.

Kadar garam tinggi yang terbawa badai ke pulau juga mengeringkan daun-daun di pohon, mengubahnya jadi berwarna kecokelatan.

Hansen berujar, ada sebagian wilayah yang terselamatkan, tampak dari vegetasi di sebelah barat Virgin Gorda yang lebih hijau dari pada keseluruhan area karena terlindungi perbukitan di pusat pulau.

"Sejumlah pulau yang terisolasi seperti surga liburan St Barts, St Martin, Anguilla, dan Kepulauan Virgin justru terdampak lebih buruk dengan kondisi kacau akibat Badai Irma," ungkap sebuah pernyataan.  

Barbuda menjadi pulau pertama dari seluruh Kepulauan Karibia yang menjadi sasaran kemurkaan Irma. Perdana Menteri Antigua-Barbuda Gaston Browne memberi keterangan, badai yang mengamuk di seluruh pulau merusak 90 persen struktur bangunan dan mengakibatkan kerugian hingga 100 juta dolar AS.

Saudara dari Barbuda, yakni Pulau Antigua, justru kurang terdampak kerusakan karena badai Irma hanya melintas di sebelah utara pulau. Sehari setelah badai berlalu, listrik di pulau telah berangsur pulih dan bandara di pulau tersebut juga telah kembali beroperasi.