Rabu , 13 September 2017, 04:44 WIB

Fotografer AS Abadikan Kuda Laut "Unik" di Laut Indonesia

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Hazliansyah
Antara/Adiwinata Solihin
Warga menyelam untuk mengambil sampah di terumbu karang taman laut. ilustrasi
Warga menyelam untuk mengambil sampah di terumbu karang taman laut. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Fotografer AS Justin Hofman mengabadikan foto kuda laut unik di terumbu karang perairan Pulau Sumbawa, Indonesia. Hasil jepretan tersebut menjadi nominasi lomba foto yang digelar Museum Sejarah Alam London, Inggris, untuk kategori Fotografer Satwa Liar Tahun Ini.

Sayangnya, keunikan yang terekam bukan dalam hal positif seperti warna atau spesies kuda laut langka. Gambar tersebut menjadi unik karena Hofman mengabadikan seekor kuda laut yang seolah sedang membawa sampah //cotton bud//, yang tanpa sengaja menggantung di ekornya.

Gambar tersebut menjadi sentilan mengenai seriusnya kondisi pencemaran laut di Indonesia. Laman //iNews Inggris// memberi keterangan, Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia sekaligus menempati posisi kedua setelah Cina sebagai penyumbang sampah terbesar di lautan.

Laman juga mengulas cerita di balik layar bahwa sang fotografer yang menyelam untuk memotret di laut tercemar itu jatuh sakit pada hari selanjutnya. Hofman adalah satu dari 14 finalis yang menjadi nominasi dalam kategori Fotografer Satwa Liar Tahun Ini di kompetisi tersebut.

Menariknya, sejumlah finalis adalah fotografer asing yang berburu foto satwa liar di Indonesia. Salah satunya adalah fotografer bernama Qing Lin yang memotret tiga ekor ikan badut di antara anemon di perairan Sulawesi Utara, Indonesia, memberi judul fotonya "The Insiders".

Foto satwa liar lain yang diambil di Indonesia diabadikan oleh fotografer bernama Steve Winter, dengan judul "Saved but Caged" alias terselamatkan namun terkurung. Dalam foto, seekor harimau sumatra tampak mengaum garang ke arah kamera dari balik terali besi.

Kegigihan seorang gadis 14 tahun bernama Laura Albiac menanti satwa liar untuk dipotret juga berhasil memasukkan namanya dalam daftar nominasi. Bagaimana tidak, Albiac rela menunggu selama dua hari untuk dapat memotret seekor Lynx liar di hutan belantara Spanyol.


Berita Terkait