Rabu , 13 September 2017, 16:15 WIB

Jadi Presiden Singapura, Halimah: Saya untuk Semua Orang

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Teguh Firmansyah
AP / Wong Maye-E
Halimah Yacob dan suaminya Mohammad Abdullah Alhabshee
Halimah Yacob dan suaminya Mohammad Abdullah Alhabshee

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Halimah Yacob secara resmi dinyatakan sebagai Presiden Singapura  terpilih pada  Rabu, (13/9).  Dia akan menjadi presiden wanita pertama di Singapura dan kepala negara Melayu pertama dalam 47 tahun.

Halimah akan dilantik sebagai presiden kedelapan Singapura pada Kamis pukul 18.00 sore di Istana. Hal ini diungkapkan Kantor Perdana Menteri.

"Saya adalah presiden bagi semua orang. Meskipun saya terpilih melalui sistem reserved election, tapi perlu diketahui saya bukan presiden pesanan," katanya seperti dilansir Channel News Asia, Rabu, (13/9).

Dia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang Singapura yang mendukungnya. Ia  juga meminta agar warga Singapura terus menjaga persatuan.

"Kami minta setiap warga Singapura untuk saling bahu membahu, kita belum mencapai puncaknya, yang terbaik belum datang. Saya meminta agar kita fokus pada persamaan yang kita miliki bukan pada perbedaannya," ujar Halimah.

Di Singapura, reserved election bisa dilakukan jika pada kelompok ras tertentu tidak ada satu pun dari kelompok tersebut menjadi presiden selama lima tahun terus-menerus.

Namun kandidat presiden dalam reserved election harus harus memenuhi kriteria yang sama dengan yang ada dalam pemilihan terbuka.