Rabu , 13 September 2017, 18:50 WIB

Halimah: Saya Presiden Bagi Semua Orang

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Agus Yulianto
AP / Wong Maye-E
Halimah Yacob dikelilingi oleh pendukung pada hari Rabu, (13/9) di Singapura.
Halimah Yacob dikelilingi oleh pendukung pada hari Rabu, (13/9) di Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Presiden Singapura terpilih Halimah Yacob berjanji untuk menjadi presiden bagi semua orang, terlepas dari ras, bahasa atau agama. "Saya tahu ada yang meragukan reserved election. Tapi saya adalah presiden bagi semua orang dan saya berniat untuk melayani semua tanpa ragu atau ragu," kata Halimah seperti dilansir Channel News Asia, Rabu, (13/9).

Meski tidak ada pemilihan, ujar Halimah, komitmennya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama. "Tidak berkurang keinginan saya, tetap semangat, dan berkomitmen untuk melayani anda."

Reserved election tahun ini diperuntukkan bagi kandidat dari masyarakat Melayu. Halimah menjadi presiden wanita pertama di Singapura dan kepala negara Melayu pertama dalam 47 tahun.

Halimah menjadi satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk pemilihan. Ia menyebut pemilihannya sebagai sebuah kemenangan bagi multikulturalisme di Singapura.

"Ini adalah saat yang membanggakan untuk multikulturalisme, multirasialisme," katanya di depan rakyat Singapura di Nomination Centre di People's Association Headquarters.

"Ini menunjukkan bahwa multikulturalisme bukan hanya sebuah slogan. Namun itu benar-benar dilaksanakan dengan baik di masyarakat kita. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai jabatan tertinggi di tanah ini," ujar Halimah.