Ahad , 11 November 2012, 17:08 WIB

Bantuan Kemanusiaan tak Sampai ke Rohingya

Rep: Fenny Melisa/ Red: Dewi Mardiani
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, MAUNGDAUW -- Bantuan kemanusiaan yang sedianya akan disalurkan kepada warga muslim Rohingya di wilayah Maungdaw dikabarkan tidak sampai sejak bulan Juni 2012 pascapembantaian massal oleh pihak warga Buddha Rakhine. Hal ini diungkapkan pejabat setempat, Maungdaw, seperti dilansir Kaladan Press, Sabtu (10/11).

"LSM-LSM internasional, UNHCR, dan WRF tidak diizinkan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada komunitas muslim Rohingya di Maungdaw," ujar pejabat tersebut.

Pejabat tersebut mengungkapkan, bantuan kemanusiaan yang tidak disalurkan hanya kepada komunitas muslim Rohingya di Maungdaw. “LSM-LSM internasional diizinkan untuk tetap mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada komunitas Buddha Rakhine di Maungdaw," kata dia.

LSM internasional di Maungdaw, lanjut pejabat tersebut, harus terlebih dulu meminta izin dari Otoritas Distrik dan Kantor Pemerintahan Kota Maungdaw untuk berpergian ke wilayah manapun di Maungdaw guna melihat kondisi komunitas muslim Rohingya.

“UNHCR telah berkunjung untuk melihat kondisi desa Oodunag dan Kyauk Pandu di mana pengungsi muslim Rohingya dari desa Rathedaung hidup dengan kondisi yang mengenaskan. UNHCR sudah mengetahui kondisi buruk yang dialami komunitas muslim Rohingya dan berjanji akan segera kembali jika telah mendapatkan izin dari pemerintah otoritas Maungdaw," tutur pejabat tersebut.

Pejabat tersebut menuturkan Pemerintah Thein Sein selalu memberikan bantuan kepada pengungsi Buddha Rakhine ketika mengunjungi Maungdaw. LSM lokal dari Burma pun menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Buddha Rakhine saja, karena tidak diizinkan memberikan bantuan kepada pengungsi muslim Rohingya.

Diskriminasi junta militer Burma terhadap komunitas muslim Rohingya di wilayah Arakan telah terjadi sejak lama. Junta militer Burma diduga membackup mayoritas etnis Budha Rakhine dalam penyerangan terhadap minoritas warga muslim Rohingya.