Senin 09 Oct 2017 01:44 WIB

Adik Kim Jong-un Dipromosikan Jadi Pengambil Kebijakan Korut

Rep: Umar Muchtar/ Red: Endro Yuwanto
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersama Ri Pyong-chol (kiri) pada 15 Mei 2017.
Foto: REUTERS/KCNA/File Photo
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersama Ri Pyong-chol (kiri) pada 15 Mei 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, KOREA UTARA -- Pemimpin Korea Utara (Korut)  mempromosikan saudaranya, Kim Yo-jong, ke dalam keanggotaan Politbiro, sebuah badan pembuat keputusan tertinggi di Korea Utara. Promosi terhadap adiknya yang merupakan petenis berusia 28 tahun itu menggantikan bibi Kim Jong-un, Kim Kyong Hee.

Kim Kyong Hee sebelumnya menjabat sebagai pengambil keputusan Korut saat ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, masih hidup. Selain itu, dua dari tiga orang yang berada di belakang program roket Kim Jong-un yang terlarang itu, yakni Kim Jong Sik dan Ri Pyong Chol, juga turut dipromosikan.

"Ini di luar perkiraan sebelumnya. Ini adalah langkah konsolidasi berikutnya dari kekuatan keluarga Kim," kata seorang ahli Korea Utara, Michael Madden dalam situs Universitas Johns Hopkins, dilansir dari The Guardian, Senin (9/10).

Sementara, Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong Ho, sebelumnya telah dipromosikan untuk mengisi posisi keanggotaan di Politburo setelah mendapat suara penuh dalam pemungutan suara. Ri Yong Ho merupakan pejabat Korea Utara yang beberapa waktu lalu menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai "President Iblis".

Menurut Madden, Ri saat ini memiliki posisi yang aman sebagai salah satu pembuat kebijakan utama Korut di Politburo. Bahkan, lanjut Madden, jika dia memiliki pertemuan informal yang tidak terekam, maka apapun usulannya, akan langsung dibawa ke atasan. "Ri sekarang dapat dikatakan aman sebagai salah satu pembuat kebijakan utama Korea Utara," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement