Ahad , 24 September 2017, 00:45 WIB

Pendukung Kim Jong-un Sebut Trump Penjahat Fanatik

Red: Ratna Puspita
KCNA/Reuters
Foto rilis dari pemerintah Korea Utara menggambarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merayakan upaya percobaan rudal balistik jarak jauh  Hwasong-12 (Mars-12) diluncurkan militer Korea Utara
Foto rilis dari pemerintah Korea Utara menggambarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merayakan upaya percobaan rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 (Mars-12) diluncurkan militer Korea Utara

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Pejabat Partai Buruh Korea Utara dan militer setempat mengadakan demonstrasi terpisah. Unjuk rasa ini untuk mendukung pernyataan pemimpin Kim Jong-un yang jarang terjadi terhadap Amerika Serikat.

Kim dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (21/9) mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk melakukan tindakan perlawanan maksimal terhadap Amerika Serikat. Tindakan ini sebagai respons langsung atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan secara total Korea Utara. Trump melontarkan ancaman itu di Sidang Umum PBB menyusul program nuklir dan misil di Korea Utara. 

“Pada Jumat (22/9) waktu setempat, Wakil Presiden Komite Pusat Partai Buruh Choe Ryong-hae membacakan pernyataan Kim dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan di Pyongyang,” kata media Pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan pada Sabtu (23/9), dilansir dari Yonhap, Ahad (24/9). 

Hal itu diikuti oleh pidato dari beberapa pejabat partai lainnya, yang mencela pidato Trump di Sidang Umum PBB. Para pendukung Kim Jong-un ini juga menyebut Trump sebagai ‘penjahat fanatik, ‘orang tua gila yang punya masalah mental', dan "gangster suka bermain api."

Mereka mengatakan bahwa ucapan Trump yang keras sama saja dengan "deklarasi perang yang paling ganas" terhadap Korea Utara. Mereka juga menilai pernyataan Trump telah mendorong seluruh penduduk untuk mempersiapkan diri untuk melakukan “perlawanan terhebat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.” 

"Seperti yang dinyatakan oleh Pemimpin Tertinggi yang dihormati, tentara dan orang-orang kita, yang mempertaruhkan martabat dan kehormatan Korea, kami akan memaksa si ‘orang tua pikun; untuk membayar mahal atas ucapan cerobohnya,” tulis KCNA mengutip salah satu pembicara yang tidak disebutkan namanya.

Dalam unjuk rasa militer yang diorganisir oleh Kementerian Angkatan Bersenjata Rakyat pada hari yang sama, Kepala Staf Umum Militer Korea Utara Ri Myong-su, mengatakan sudah menyiapkan balasan untuk Trump sesuai dengan gaya Korea. Dia pun menyatakan Korea Selatan bertekad menghabisi imperalisme AS dari planet ini. 

“Kami menyiapkan pertempuran terakhir melawan imperaliasi AS selama bertahun-tahun dan akan menjadi perang balasan yang paling parah dan mengerikan. Serangan ofensif ini akan berlanjut sampai kami menyapu mereka sampai yang terakhir ... dan sampai kami memusnahkan imperialis AS di planet ini selamanya,” kata Ri. 

Ri mengancam Korea Utara akan tanpa ampun menghancurkan sedikit saja provokasi dari musuh untuk merugikan martabat tertinggi DPRK.