Ahad , 24 September 2017, 04:45 WIB

Korut Rencanakan Uji Coba Bom Terkuat di Pasifik

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita
EPA/ Jeon Heon-Kyun
Seorang pria Korea Selatan menonton sebuah televisi yang menampilkan siaran berita yang melaporkan peluncuran rudal balistik jarak menengah Korea Utara di sebuah stasiun di Seoul.
Seorang pria Korea Selatan menonton sebuah televisi yang menampilkan siaran berita yang melaporkan peluncuran rudal balistik jarak menengah Korea Utara di sebuah stasiun di Seoul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korea Utara dikabarkan merencanakan salah satu ledakan nuklir paling kuat dalam sejarah. Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan, pemimpin negara tersebut Kim Jong-un sedang mempertimbangkan ledakan uji coba tersebut.

"Ini bisa menjadi ledakan bom H-20 yang paling kuat di Pasifik," kata Ri kepada wartawan di PBB di New York seperti dikutip dari The Independent, Ahad (24/9).

Rencana tersebut, menurut Ri, muncul sebagai respons terhadap Presiden AS Donald Trump. Sebab, dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Selasa, Trump menyebut Kim sebagai rocketman. Bahkan Trump mengancam untuk "menghancurkan" Korea Utara kalau negara itu membahayakan Amerika Serikat. 

Kim menanggapi ucapan Trump melalui sebuah pernyataan tertulis. Kim menyebut Trump sedang merasa ketakutan. Karena, menurut Kim, 'anjing yang ketakutan menyalak dengan lebih keras'.

Sejumlah ahli telah mengecam pidato Trump. Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur Institut Kajian Internasional Middlebury di Monterey Jeffrey Lewis mengatakan ucapan Trump dinilai dapat memancing Kim untuk melakukan tindakan dramatis. 

Seperti diketahui, Korea Utara telah menyiapkan beberapa ledakan uji coba nuklir yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, namun semuanya terjadi jauh di dalam sebuah gunung. Sebuah ledakan nuklir di udara, di darat, di bawah air, atau di luar angkasa belum terjadi dalam beberapa dasawarsa.