Ahad , 24 September 2017, 23:54 WIB

Para Pendukung Kemerdekaan Katalonia Turun ke Jalan

Red: Bilal Ramadhan
[ist]
Catalonia
Catalonia

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Para pengunjuk rasa yang menyerukan kemerdekaan Katalan berkumpul di ratusan kota di seantero kawasan itu pada Ahad menyusul aksi-aksi yang dilakukan Madrid pekan lalu yang mencoba menghalangi referendum mengenai pemerintahan sendiri yang dianggapnya ilegal.

Kepolisian Spanyol menangkap sejumlah pejabat Katalan yang terlibat dalam penyelenggaraan pemungutan suara 1 Oktober dan mereka juga menyita bahan-bahan pemungutan suara, termasuk surat-surat suara dan kotak-kotak suara. Hal ini mengakibatkan protes-protes selama beberapa hari di Barcelona.

Tetapi Carles Puigdemont, kepala pemerintahan regional Katalan, mengatakan bahwa referendum akan tetap dilaksanakan. Beberapa ribu pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Barcelona pada Ahad dan meneriakkan

"Kami akan memberikan suara!" dan menyerahkan kertas-kertas suara. Kerumunan massa mulai meneriakkan sebuah helikopter polisi yang terbang di atas aksi-aksi protes ketika pidato-pidato oleh penyelenggara protes itu berlangsung. Para pendukung referendum marah akan peningkatan kehadiran polisi.

Antara 3.000 dan 4.000 personnel polisi dari berbagai kawasan Spanyol telah tiba atau dalam perjalanan ke Katalonia. "Kami merasa diduduki oleh polisi Spanyol," kata Nuria Gimenez, seorang disainer interior yang berusia 56 tahun. "Kami telah memprotes selama 10 tahun, kami tak akan berhenti sekarang dan akan lakukan selama sepekan ke depan. Kami akan terus hingga akhir."

Pada Sabtu, jaksa negara di Katalonia mengatakan kepada seluruh pasukan kepolisian nasional dan lokal bahwa mereka akan ditugaskan sementara atas dasar satu rantai komando dan melaporkan secara langsung kepada Kementerian Dalam Negeri di Madrid.

Pemerintah Katalan semula mengatakan pihaknya akan menolak perintah itu, walau kepala kepolisian regional Catalan yang dikenal dengan nama "Mossos d'Esquadra", kemudian mengatakan ia akan tunduk pada para jaksa.

Ketua Parlemen Katalan Carme Forcadell yang berbicara kepada kerumunan massa di Barcelona, mengatakan bahwa para separatis harus manahan diri dari "provokasi" yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Mereka menginginkan kekerasan terjadi di Katalonia. Tak pernah dan tak akan terjadi. Kami orang-orang yang cinta damai dan semua yang kami inginkan ialah melaksanakan hak-hak kami," kata Forcadell.

Walaupun jajak pendapat menunjukkan kurang dari setengah dari 5,5 juta pemilih di Katalonia menginnginkan pemerintahan sendiri, sebagian besar di kawasan bagian timur laut yang kaya menginginkan peluang untuk memberikan suara mengenai isu tersebut.

Sumber : Antara
TAG

Berita Terkait